
Trump sebut AS bisa rebut Pulau Kharg di Iran

Para pekerja terlihat di lokasi pembangunan tahap kedua Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr milik Iran di Bushehr, Iran selatan, pada 10 November 2019. (Xinhua/Ahmad Halabisaz)
Mengambil alih minyak Iran akan melibatkan perebutan Pulau Kharg, yang menangani lebih dari 90 persen ekspor minyak Iran.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Ahad (29/3) mengatakan dirinya ingin "mengambil minyak di Iran" dan berpotensi merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak negara tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, Trump mengatakan, "Sejujurnya, hal yang saya sukai adalah mengambil alih minyak di Iran," membandingkan langkah AS terhadap Venezuela, di mana Washington bermaksud mengendalikan industri minyak "tanpa batas waktu" setelah secara paksa menangkap Presiden Nicolas Maduro pada Januari lalu.
Mengambil alih minyak Iran akan melibatkan perebutan Pulau Kharg, yang menangani lebih dari 90 persen ekspor minyak Iran, demikian dilaporkan Financial Times, seraya memperingatkan bahwa "serangan" semacam itu berisiko meningkatkan jumlah korban dan memperpanjang perang.
"Mungkin kami merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kami punya banyak opsi," kata Trump seperti dikutip surat kabar tersebut. "Itu juga berarti kami harus berada di sana untuk sementara waktu."
Dia menambahkan dirinya yakin Iran memiliki sedikit atau tidak memiliki pertahanan di pulau tersebut. "Kami bisa merebutnya dengan sangat mudah," tuturnya.
Pernyataan Trump tersebut muncul saat dirinya meningkatkan pengerahan militer AS di Timur Tengah sembari mempertimbangkan operasi militer untuk mengambil hampir 1.000 pon (sekitar 450 kilogram) uranium dari Iran, menurut pejabat AS.
Dia juga telah mendorong para penasihatnya untuk mendesak Iran agar setuju menyerahkan material itu sebagai syarat untuk mengakhiri perang, demikian dilaporkan The Wall Street Journal, mengutip sumber anonim yang mengetahui pemikiran Trump.
Pentagon dilaporkan mengerahkan hingga 10.000 pasukan darat tambahan ke kawasan tersebut, dengan Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS mengumumkan pada Sabtu (28/3) bahwa lebih dari 3.500 pasukan, termasuk 2.500 marinir, telah tiba di Timur Tengah.
Terlepas dari ancaman itu, Trump menyatakan pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran melalui "utusan" Pakistan menunjukkan kemajuan. "Kesepakatan bisa dicapai dengan cukup cepat," katanya.
Harga minyak melonjak sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari, dengan harga minyak mentah Brent naik hingga 119,5 dolar AS per barel pada Maret, level tertinggi sejak Juni 2022.
*1 dolar AS = 16.957 rupiah
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China desak Inggris untuk berhenti campuri urusan Hong Kong
Indonesia
•
01 Mar 2024

IAEA: Kerusakan fasilitas nuklir Iran belum jelas, tidak ada kenaikan radiasi “off-site”
Indonesia
•
23 Jun 2025

Lima negara bergabung dengan Dewan Keamanan PBB
Indonesia
•
05 Jan 2022

Palang Merah Internasional sebut gencatan senjata Gaza penting untuk cegah kehancuran regional baru
Indonesia
•
04 Mar 2025


Berita Terbaru

Dua warga Palestina tewas dalam sehari, PBB soroti kekerasan mematikan di Tepi Barat
Indonesia
•
23 Aug 2026

Uber didenda Belanda 17,1 triliun rupiah karena sistem otomatis blokir akun pengemudi
Indonesia
•
23 Aug 2026

Iran tantang Trump: “Operasi Ekonomi” AS pasti gagal seperti sanksi-sanksi sebelumnya
Indonesia
•
23 Aug 2026

Pezeshkian: Lebih baik akhiri perang sekarang, Iran tak akan tunduk pada intimidasi AS
Indonesia
•
23 Aug 2026
