
NYT: NATO semakin bergantung pada AS

Foto yang diabadikan pada 6 April 2022 ini menunjukkan sebuah patung dan bendera di markas besar NATO di Brussel, Belgia. (Xinhua/Zheng Huansong)
Kontribusi AS untuk NATO dan program bantuan keamanan lainnya di Eropa hanya menyumbang sebagian kecil dari anggaran tahunan Pentagon, yakni kurang dari 6 persen menurut perkiraan terakhir.
New York City, AS (Xinhua) – Sejak awal berdiri, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) tidak pernah secara khusus peduli dengan penggabungan kekuatan militer. Sebaliknya, NATO dibentuk untuk mengikat Eropa Barat ke sebuah proyek besar tatanan dunia pimpinan Amerika Serikat (AS), di mana perlindungan Amerika menjadi tuas untuk mendapatkan konsesi dalam isu-isu lain, seperti perdagangan dan kebijakan moneter, sebut sebuah artikel opini yang dirilis oleh The New York Times (NYT) pada Selasa (11/7)."Dalam bidang pertahanan, aliansi tersebut tidak seperti yang diberitakan," kata artikel itu. "Selama puluhan tahun, AS telah menjadi penyedia utama untuk persenjataan, logistik, pangkalan udara, dan rencana pertempuran."Sedangkan untuk pengadaan pertahanan, standar umum untuk interoperabilitas, yang dipadukan dengan besarnya sektor industri militer AS dan hambatan birokrasi di Brussel, menguntungkan perusahaan-perusahaan Amerika dengan mengorbankan pesaing mereka di Eropa. "Aliansi tersebut justru tampaknya telah melemahkan kemampuan para sekutu untuk mempertahankan diri mereka sendiri," lanjut laporan tersebut."Namun, paradoks ini hanya permukaannya. Dalam kenyataannya, NATO bekerja persis seperti rancangan para perencana AS pascaperang, yakni menarik Eropa ke dalam ketergantungan pada kekuatan Amerika sehingga mengurangi ruang gerak mereka," ungkap laporan itu.Berbanding terbalik dengan program amal yang berbiaya tinggi, NATO mengamankan pengaruh Amerika di Eropa dengan biaya yang murah. Kontribusi AS untuk NATO dan program bantuan keamanan lainnya di Eropa hanya menyumbang sebagian kecil dari anggaran tahunan Pentagon, yakni kurang dari 6 persen menurut perkiraan terakhir, papar artikel tersebut."Di Ukraina, polanya sudah jelas. Washington akan menyediakan keamanan militer, dan perusahaan-perusahaannya akan mendapatkan keuntungan dari banyaknya pesanan persenjataan dari Eropa, sedangkan Eropa akan menanggung biaya rekonstruksi pascaperang, suatu hal yang lebih siap dilakukan oleh Jerman dibandingkan pembangunan militernya," tambah laporan itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Hamas tidak akan ubah posisi dalam perundingan gencatan senjata usai serangan Israel di Doha
Indonesia
•
12 Sep 2025

Arab Saudi dokumentasikan hadits autentik, hindari penyalahgunaan
Indonesia
•
04 Mar 2022

Kongres AS pemerintahan Trump intervensi respons pemerintah federal terhadap COVID-19
Indonesia
•
18 Oct 2022

Houthi Yaman klaim serang target militer di Tel Aviv dan 2 kapal perang AS di Laut Merah
Indonesia
•
08 Apr 2025


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
