Trump peringatkan Netanyahu: Jika serang Iran lagi, Israel akan bertempur sendirian

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan) menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 11 Februari 2026. (Xinhua/GPO/Avi Ohayon)

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (8/6) mengatakan bahwa dia telah memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa jika Israel kembali melanjutkan perang dengan Iran, Israel kemungkinan akan bertempur sendirian.

Dalam sebuah wawancara via telepon dengan media daring AS, Axios, Trump mengeklaim bahwa Israel "memberi kami pemberitahuan yang sangat terlambat" mengenai serangan Ahad (7/6) itu.

"Mereka sudah mulai melaksanakan serangan itu. Namun, pada akhirnya saya membatasi (serangan Israel) itu," kata Trump.

Trump menelepon Netanyahu pada Ahad malam waktu setempat dan memintanya untuk tidak melancarkan serangan balasan, demikian menurut laporan Axios, mengutip seorang pejabat AS.

Dalam percakapan telepon itu, Trump berpendapat bahwa dia akan mencapai kesepakatan dengan Iran dalam beberapa hari ke depan, yang akan membuat serangan tersebut tidak diperlukan, atau bisa juga dia tidak akan mencapai kesepakatan dengan Iran, yang akan membuatnya memimpin serangan terhadap Iran, sebagaimana dikutip dari seorang sumber Israel yang mengetahui soal percakapan telepon tersebut.

Kemudian pada Senin, Netanyahu memberi tahu Gedung Putih bahwa Israel akan melanjutkan serangan "kapan pun diperlukan."

Iran dan Israel pada Senin mengindikasikan penghentian serangan terhadap satu sama lain setelah serangkaian serangan timbal balik sejak Ahad malam, yang menandai eskalasi paling serius sejak kesepakatan gencatan senjata April. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait