
Trump bantah ingin pecat gubernur The Fed

Gubernur Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) Jerome Powell menghadiri konferensi pers di Washington DC, AS, pada 29 Januari 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
Trump mengatakan dirinya akan memecat Gubernur Federal Reserve Jerome Powell, menyusul penolakannya menurunkan suku bunga.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan mengatakan kepada para anggota parlemen dari Partai Republik bahwa dirinya akan memecat Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, demikian menurut laporan CNBC, mengutip seorang pejabat senior Gedung Putih."Presiden menanyakan kepada anggota parlemen bagaimana pendapat mereka mengenai pemecatan Kepala The Fed. Mereka menyatakan persetujuan untuk pemecatannya. Sang presiden mengindikasikan bahwa kemungkinan besar dia akan segera melakukannya," ujar pejabat yang tak ingin disebutkan namanya itu kepada CNBC.Kemudian pada Rabu (16/7), Trump membantah pernyataan tersebut. "Kami tidak berencana untuk melakukannya," kata Trump. "Saya tidak menutup kemungkinan apa pun... Tapi saya rasa itu sangat tidak mungkin."Pernyataan tersebut muncul di tengah serangan berulang dari Trump terhadap gubernur The Fed, karena presiden itu ingin Powell menurunkan suku bunga. Serangan terbaru terjadi ketika para pejabat Gedung Putih mengecam Powell atas apa yang mereka sebut sebagai renovasi yang terlalu mahal pada kantor pusat The Fed di Washington DC.Sebuah keputusan baru-baru ini dari Mahkamah Agung menunjukkan bahwa presiden tidak memiliki wewenang untuk memecat pejabat Federal Reserve.Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan bahwa dia meragukan Trump akan mengambil tindakan semacam itu.Namun, Perwakilan AS Anna Paulina Luna dari Florida mengatakan di media sosial: "Mendengar Jerome Powell akan dipecat! Dari sumber yang sangat kredibel."Dia lalu mengunggah, "Saya 99 persen yakin pemecatan akan segera terjadi."Powell sebelumnya pernah mengatakan bahwa presiden "tidak diizinkan secara hukum" untuk memecatnya.Jika pemecatan tersebut terjadi, itu akan menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah AS.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Unjuk rasa menentang reformasi pensiun di Prancis terus berlanjut
Indonesia
•
12 Feb 2023

Kepala staf militer Rusia sebut Washington sengaja perpanjang konflik Ukraina
Indonesia
•
22 Dec 2023

Rusia perluas daftar larangan masuk sebagai respons terhadap sanksi baru UE
Indonesia
•
24 Jul 2025

Taiwan tangani corona di bawah tekanan “Prinsip Satu China”
Indonesia
•
13 Feb 2020


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
