
Trump klaim AS tenggelamkan semua kapal penebar ranjau Iran, belum jelas apakah Iran tanam ranjau di Selat Hormuz

Orang-orang mengikuti aksi unjuk rasa di luar Balai Kota Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS), pada 7 Maret 2026 untuk menentang serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran. (Xinhua/Qiu Chen)
Militer AS menyerang lebih dari 7.000 target di seluruh Iran dan "secara harfiah menghancurkan segalanya" di Pulau Kharg Iran, kecuali fasilitas minyak.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (16/3) mengatakan bahwa pasukan AS telah menenggelamkan semua kapal penebar ranjau Iran, tetapi masih belum jelas apakah Iran telah mulai menanam ranjau di Selat Hormuz, jalur pelayaran yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
"Kami tidak tahu apakah mereka sudah menjatuhkan ranjau di sana," kata Trump dalam sebuah konferensi pers.
"Dengan dihancurkannya lebih dari 30 kapal penebar ranjau, kami telah menyerang, sejauh yang kami ketahui, semua kapal penebar ranjau mereka," klaim Trump, seraya menambahkan bahwa kini Iran dapat membawa ranjau dengan jenis kapal lain dan menjatuhkannya di selat tersebut.
Trump mengatakan bahwa militer AS telah menyerang lebih dari 7.000 target di seluruh Iran dan "secara harfiah menghancurkan segalanya" di Pulau Kharg Iran, kecuali fasilitas minyak.
"Seperti yang Anda ketahui, kami telah menyerang Pulau Kharg dan melumpuhkannya ... secara harfiah menghancurkan segalanya di pulau itu kecuali area tempat minyak berada, saya menyebutnya pipa-pipa," ujar Trump.
"Kami membiarkan pipa-pipa itu. Kami tidak ingin melakukannya (menghancurkan pipa), tetapi langkah itu – kami akan melakukannya, kami dapat melakukannya dalam lima menit," kata Trump, tanpa menutup kemungkinan serangan lanjutan yang lebih luas terhadap pulau tersebut di tengah perang yang kian memanas. Pulau itu menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran, ungkap berbagai laporan.
Menurut Trump, militer AS dalam beberapa hari terakhir terus melanjutkan operasi "dengan kekuatan penuh" terhadap Iran dan berhasil mengurangi peluncuran rudal balistik Iran hingga 90 persen serta serangan drone Iran hingga 95 persen.
Namun, sejumlah laporan menyebutkan bahwa Iran tetap meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel serta sekutu AS di kawasan Timur Tengah pada Senin.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Rishi Sunak terpilih jadi PM Inggris gantikan Liz Truss
Indonesia
•
25 Oct 2022

Produsen mobil Spanyol SEAT tolak tarif UE terhadap kendaraan listrik China
Indonesia
•
05 Oct 2024

Kanada akan bangun angkatan bersenjata di Arktik
Indonesia
•
13 Mar 2026

Taiwan perpanjang kesepakatan pemeliharaan rudal Harpoon dengan AS hingga 2025
Indonesia
•
11 Feb 2022


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
