Trump ancam Hamas jika tolak lucuti senjata

Sebuah ekskavator Mesir melakukan penggalian dalam proses pencarian sisa-sisa jasad sandera Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 26 Oktober 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Hamas harus melucuti senjatanya dan Gaza harus didemiliterisasi sebelum rekonstruksi dapat dimulai di jalur yang dilanda konflik tersebut.

 

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (19/2) melontarkan ancaman bahwa Hamas akan "ditindak tegas" jika kelompok itu gagal melucuti senjatanya.

"Hamas sejauh ini, saya kira mereka akan menyerahkan senjata mereka, seperti yang mereka janjikan," ujar Trump saat berpidato dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) di Washington DC.

"Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan, Anda tahu, ditindak tegas, sangat tegas," imbuh Trump.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis itu menyampaikan bahwa Gedung Putih menyepakati bahwa Hamas harus melucuti senjatanya dan Gaza harus didemiliterisasi sebelum rekonstruksi dapat dimulai di jalur yang dilanda konflik tersebut, menurut sejumlah laporan.

Hamas pada Selasa (17/2) menyerukan kepada "Board of Peace" agar melakukan intervensi dan menghentikan apa yang disebut kelompok itu sebagai "pelanggaran" berkelanjutan Israel terhadap perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza, seraya memperingatkan bahwa Israel kemungkinan memanfaatkan pertemuan forum itu sebagai kedok untuk melanjutkan kampanye militernya.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi pada Selasa tersebut, juru bicara Hamas Hazem Qassem menyampaikan bahwa berbagai perkembangan dalam empat bulan terakhir mengindikasikan Israel belum menghentikan perang namun mengubah sarana dan bentuknya, sembari menyebut "pembunuhan, pengungsian, blokade, dan kelaparan" masih berlangsung.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait