Ilmuwan sebut pembuangan tritium dari PLTN Fukushima ke laut bahayakan manusia

Masyarakat berunjuk rasa di Tokyo, ibu kota Jepang, pada 13 April 2021, memprotes keputusan pemerintah Jepang untuk membuang air limbah radioaktif yang terkontaminasi di Prefektur Fukushima ke laut. (Xinhua/Du Xiaoyi)
Tritium dari PLTN Fukushima Jepang yang lumpuh, yang rencananya akan dibuang ke Samudera Pasifik, dipastikan membahayakan bagian dalam tubuh manusia karena paparan internal bisa lebih berbahaya daripada paparan eksternal.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua) – Tritium, yang rencananya akan dibuang oleh pemerintah Jepang dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang lumpuh ke Samudera Pasifik, akan membahayakan bagian dalam tubuh manusia karena paparan internal bisa lebih berbahaya daripada paparan eksternal, demikian disampaikan seorang ilmuwan kawakan pada Kamis (27/4)."Ketika tritium masuk ke dalam tubuh, zat tersebut setidaknya sama berbahayanya dengan radionuklida lainnya. Dan dalam beberapa kasus, tritium bisa dua kali lipat lebih berbahaya dalam hal efek radiasi pada materi genetik, pada protein," ujar Timothy Mousseau, profesor ilmu biologi di University of South Carolina, dalam sebuah konferensi pers di Seoul.Jepang berencana membuang lebih dari 1,2 juta ton air yang mengandung tritium ke laut selama kurun 30 tahun mulai 2023, namun pembuangan tersebut akan berlangsung lebih lama dari yang direncanakan, ungkap Shaun Burnie, seorang spesialis nuklir senior di Greenpeace Asia Timur, dalam sebuah konferensi pers.Burnie juga skeptis terhadap klaim Jepang bahwa air yang terkontaminasi dapat diencerkan melalui sistem pengolahan cairan canggih (advanced liquid processing system/ALPS)."Belum jelas seberapa sukses sistem ALPS dalam mengolah air. Sekitar 70 persen air di dalam tangki masih perlu diproses lebih lanjut. Jadi, kami masih belum tahu seberapa efektif sistem itu nantinya. Air yang terkontaminasi tidak bisa dibuang dalam kondisi seperti saat ini," tambahnya.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Limbah cangkang diubah jadi batu bata ramah lingkungan di Taiwan
Indonesia
•
01 Oct 2022

Terobosan allotransplantasi laring beri harapan bagi pasien di China
Indonesia
•
07 Jun 2023

Apple perkenalkan Apple Watch Ultra yang dirancang untuk kondisi ekstrem
Indonesia
•
10 Sep 2022

Ahli geologi temukan ‘awan gua’ langka di Guangxi, China selatan
Indonesia
•
05 Oct 2022
Berita Terbaru

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026

Satelit BeiDou sediakan layanan komunikasi darurat tanpa cakupan seluler
Indonesia
•
07 Feb 2026

24.000 kematian di AS terkait dengan polusi asap karhutla
Indonesia
•
07 Feb 2026

Jumlah warga Australia pengidap demensia ‘onset’ dini akan meningkat 40 persen pada 2054
Indonesia
•
06 Feb 2026
