Tingkat pengangguran di Gaza lampaui 80 persen pada 2025

Warga Palestina yang mengungsi terlihat di dekat tenda-tenda yang rusak akibat serangan udara Israel di Jalan Al-Jalaa di Gaza City pada 27 Juni 2026. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Ramallah, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Tingkat pengangguran di Jalur Gaza melampaui 80 persen pada 2025, dibandingkan dengan 29 persen yang tercatat di Tepi Barat, seperti disampaikan Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS) pada Kamis (9/7) dalam sebuah pernyataan untuk memperingati Hari Populasi Sedunia mendatang.

Jumlah populasi Palestina secara global mencapai sekitar 15,5 juta jiwa per akhir 2025, dengan sekitar 5,6 juta jiwa tinggal di wilayah Palestina, 6,8 juta jiwa berada di negara-negara Arab, dan 1,9 juta jiwa berada di wilayah Palestina yang diduduki (diklaim sepihak oleh Israel), kata PCBS.

Masyarakat Palestina masih relatif muda, dengan warga yang berusia di bawah 30 tahun mencapai sekitar 65 persen dari populasi, kata badan pusat statistik tersebut.

Sejak pecahnya konflik Israel-Hamas pada Oktober 2023, lebih dari 198.000 bangunan di Gaza mengalami kerusakan, termasuk lebih dari 102.000 bangunan yang hancur total, menurut PCBS.

Sekitar 98,5 persen lahan pertanian di daerah kantong tersebut telah kehilangan produktivitas atau menjadi tidak dapat diakses, dan sekitar 101.000 anak usia di bawah lima tahun dan 55.500 wanita hamil atau menyusui diproyeksikan menghadapi malanutrisi akut pada 2025-2026, ungkap PCBS.

Hari Populasi Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 11 Juli, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu populasi global.  

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait