
Feature – Balita malnutrisi berisiko meninggal di Yaman yang dilanda perang

Tenaga kesehatan memegang kaki seorang bayi penderita malanutrisi saat bayi tersebut dirawat di rumah sakit Al-Sabeen di Sanaa, Yaman, pada 30 Juli 2023. (Xinhua/Mohammed Mohammed)
Tingkat malnutrisi di Yaman merupakan salah satu yang tertinggi di dunia, dengan kerawanan pangan yang makin parah mendongkrak situasi ini.
Sanaa, Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Hafidhah Jamal, seorang anak perempuan Yaman berusia 22 bulan, menderita malnutrisi parah selama lebih dari setahun. Dia hampir saja meninggal dunia setelah keluarganya, dengan segala kesulitan, berhasil membawanya ke rumah sakit di Sanaa, ibu kota Yaman, untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik."Setelah kulit Hafidhah berubah menjadi cokelat gelap dan mulai mengelupas, kami melarikannya ke rumah sakit di distrik kami. Dokter mengatakan kepada kami bahwa dia berada dalam kondisi kritis dan harus segera dipindahkan ke rumah sakit khusus di Sanaa," kata Mohammad Al-Sufi, kakek Hafidhah, kepada Xinhua.Setibanya di Rumah Sakit Ibu dan Anak Al-Sabeen, sebuah rumah sakit umum utama yang menangani kasus malnutrisi di Sanaa, Hafidhah dirawat di unit perawatan intensif karena kondisinya yang sangat gawat, kata Ameen Al-Ayzari, seorang dokter di rumah sakit tersebut."Anak perempuan itu hanya tinggal kulit dan tulang, dengan berat badan 5,15 kg. Dia mengalami gejala malnutrisi akut yang nyata dan membutuhkan perawatan segera agar dapat terus bernapas dan tetap hidup," kenang Al-Ayzari.Menurut dokter itu, Rumah Sakit Ibu dan Anak Al-Sabeen merawat puluhan pasien malnutrisi setiap harinya, sebagian besar berasal dari daerah terpencil seperti Hafidhah, yang tinggal di Kegubernuran Hajjah, 127 km sebelah barat laut Sanaa.
Seorang ibu memberi makan anaknya, yang menderita malanutrisi, menggunakan selang makanan nasogastrik saat bayi tersebut dirawat di rumah sakit Al-Sabeen di Sanaa, Yaman, pada 30 Juli 2023. (Xinhua/Mohammed Mohammed)
Anak-anak terlihat di depan gubuk mereka di kamp pengungsian di Distrik Midi, Provinsi Hajjah, Yaman utara, pada 16 Agustus 2023. (Xinhua/Mohammed Al-Wafi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Guterres tekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai dan prinsip PBB di dunia
Indonesia
•
25 Oct 2022

Resensi Buku: Kok Bukan Aku yang Jadi Tuhan? Ketika Bocah Berfilsuf
Indonesia
•
09 Oct 2022

KBRI Kairo gelar layanan kesehatan bagi WNI
Indonesia
•
20 Aug 2019

Israel makin batasi gerak kemanusiaan di Gaza
Indonesia
•
25 Jul 2025


Berita Terbaru

Feature – ‘Becoming Chinese’ di Kunming, perjalanan menelusuri akar budaya seorang ‘blogger’ Tionghoa-Amerika
Indonesia
•
30 Apr 2026

Indonesia-China perkuat kerja sama pendidikan vokasi dalam Forum CITIEA 2026
Indonesia
•
28 Apr 2026

Volume kelima buku ‘Xi Jinping: Tata Kelola China’ edisi bahasa Inggris dipromosikan di Indonesia
Indonesia
•
28 Apr 2026

Afghanistan berisiko kehilangan 25.000 guru dan nakes perempuan per 2030
Indonesia
•
29 Apr 2026
