
Tim investigasi gabungan Korsel akan panggil Presiden Yoon atas tuduhan pemberontakan

Warga menyaksikan pidato Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol yang disiarkan di televisi, di Stasiun Kereta Seoul di Seoul, Korsel, pada 12 Desember 2024. (Xinhua/Yao Qilin)
Tim investigasi gabungan Korea Selatan akan memanggil Presiden Yoon Suk-yeol yang telah dimakzulkan parlemen atas tuduhan pemberontakan dan penyalahgunaan kekuasaan.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Tim investigasi gabungan Korea Selatan (Korsel) akan memanggil Presiden Yoon Suk-yeol yang telah dimakzulkan parlemen pada Rabu (18/12) atas tuduhan pemberontakan dan penyalahgunaan kekuasaan, menurut sejumlah laporan dari berbagai kantor berita pada Senin (16/12).Tim tersebut dijadwalkan akan mengirimkan surat panggilan ke kantor kepresidenan, meminta Yoon hadir untuk diinterogasi pada 18 Desember sebagai bagian dari investigasi tim tersebut terhadap pemberlakuan darurat militer oleh Yoon.Tim itu terdiri dari Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (Corruption Investigation Office for High-ranking Officials/CIO), Kantor Investigasi Nasional (National Office of Investigation/NOI), dan kantor pusat investigasi Kementerian Pertahanan Korsel.Mosi pemakzulan kedua terhadap Presiden Yoon telah diloloskan melalui Majelis Nasional pada Sabtu (14/12) dan diserahkan ke Mahkamah Konstitusi Korsel untuk dibahas hingga 180 hari, dan selama periode tersebut kekuasaan kepresidenan Yoon ditangguhkan.Yoon mengumumkan darurat militer pada 3 Desember malam waktu setempat, tetapi dicabut oleh Majelis Nasional beberapa jam kemudian.Yoon ditetapkan oleh badan investigasi sebagai tersangka atas tuduhan pemberontakan dan menjadi presiden aktif pertama di Korsel yang dijatuhi larangan bepergian ke luar negeri.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China desak AS tak manfaatkan benda udara sipil untuk manipulasi politik
Indonesia
•
18 Feb 2023

Senat AS loloskan resolusi kewenangan perang Iran, batasi Trump lancarkan operasi militer baru
Indonesia
•
24 Jun 2026

Putin sebut Rusia akan kerahkan senjata nuklir taktis di Belarus
Indonesia
•
14 Jun 2023

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026


Berita Terbaru

Perang Iran kuras keuangan AS 663 triliun rupiah, AS kini hadapi kekurangan amunisi canggih
Indonesia
•
15 Sep 2026

Trump klaim Iran terus minta kesepakatan, perang diprediksi berakhir tahun ini
Indonesia
•
14 Sep 2026

Lebih dari 500 tentara tewas dan 1.500 luka, serangan Houthi ubah peta perang Yaman
Indonesia
•
14 Sep 2026

Opini – Memulihkan kepercayaan: Tempat yang layak bagi Taiwan di dunia bebas
Indonesia
•
15 Sep 2026
