
Tikus bernama Patrick Stewart menjadi yang tertua di dunia

Pat, si tikus saku Pasifik – spesies tikus terkecil di Amerika Utara – mengantongi gelar tikus tertua di penangkaran di dunia ketika ia mencapai usia sembilan tahun dan 209 hari pada Rabu (8/2/2023). (Guinness World Records)
Tikus saku Pasifik – spesies tikus terkecil di Amerika Utara – bernama Patrick Stewart, aktor dalam serial ‘Star Trek’, mengantongi gelar tikus tertua di penangkaran di dunia ketika ia mencapai usia sembilan tahun dan 209 hari di Kebun Binatang San Diego, AS.
Jakarta (Indonesia Window) – Seekor tikus yang dinamai Patrick Stewart, aktor dalam serial ‘Star Trek’, secara resmi menjadi tikus tertua di penangkaran di dunia, sebuah kebun binatang Amerika Serikat (AS) mengumumkan baru-baru ini.Pat, si tikus saku Pasifik – spesies tikus terkecil di Amerika Utara – mengantongi gelar tersebut ketika ia mencapai usia sembilan tahun dan 209 hari pada Rabu (8/2).Pejabat dari Aliansi Margasatwa Kebun Binatang San Diego, AS, mengonfirmasi Pat yang lahir pada 14 Juli 2013 masih kuat pada hari Kamis.Makhluk mungil – yang umur panjangnya diakui oleh Guinness World Records – beratnya kurang dari enam gram (seperlima ons).Tikus saku Pasifik ditemukan di semak belukar pesisir, bukit pasir, dan tepian sungai yang dekat dengan Samudra Pasifik.Perambahan manusia membuat spesies ini berjuang untuk bertahan hidup dan dianggap punah sampai populasi kecil ditemukan pada tahun 1994.Para ahli di San Diego Zoo Wildlife Alliance, yang program pemuliaannya telah membantu menyelamatkan spesies unik ini dari kepunahan, mengatakan bahwa hewan kecil ini sangat penting bagi ekosistem karena mereka mendistribusikan benih dan mendorong pertumbuhan tanaman melalui aktivitas penggalian."Pengakuan ini juga merupakan simbol penghargaan untuk spesies yang tidak banyak diketahui orang karena mereka bukan megafauna karismatik, tetapi sama pentingnya untuk fungsi ekosistem," kata Debra Shier dari aliansi satwa liar."Spesies yang terabaikan ini sering ditemukan di halaman belakang kita sendiri – seperti tikus saku Pasifik."Sumber: Al Arabiya EnglishLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Upaya antinarkoba China transformasikan kehidupan para pengidap HIV
Indonesia
•
30 Jun 2024

Jejak Cheng Ho kembali hubungkan Indonesia dan China melalui diplomasi budaya
Indonesia
•
01 Jul 2026

Menangi ‘giant slalom’, atlet Brasil sabet medali pertama Amerika Selatan di Olimpiade Musim Dingin
Indonesia
•
15 Feb 2026

Feature – Menapaki jejak moyang di kemegahan Museum Song Terus Pacitan
Indonesia
•
12 Aug 2025


Berita Terbaru

Surat dari Timur Tengah: Tanah Air dirampas, Tatreez menjaga ingatan Palestina tetap hidup
Indonesia
•
08 Sep 2026

2.500 lebih personel penyelamat dikerahkan ke pelabuhan Gyirong yang dilanda tanah longsor di Xizang China
Indonesia
•
07 Sep 2026

China perkuat respons bencana Nepal dengan data satelit dan bantuan kemanusiaan
Indonesia
•
06 Sep 2026

Dari pertukaran berita hingga jurnalis, Forum Shenzhen dorong kolaborasi media
Indonesia
•
06 Sep 2026
