
Teleskop FAST China layani hampir 900 jam observasi bagi peneliti asing

Foto panorama dari udara yang diabadikan pada 26 Juli 2023 ini menunjukkan Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) milik China di Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Ou Dongqu)
Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) milik China, yang merupakan teleskop radio dengan piringan tunggal terbesar dan paling sensitif di dunia, sejauh ini telah menerima permohonan dari 15 negara dan menyetujui akses observasi selama hampir 900 jam untuk sejumlah tim peneliti asing sejak 31 Maret 2021.
Guiyang, China (Xinhua) – Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) milik China, yang merupakan teleskop radio dengan piringan tunggal terbesar dan paling sensitif di dunia, sejauh ini telah menerima permohonan dari 15 negara dan menyetujui akses observasi selama hampir 900 jam untuk sejumlah tim peneliti asing sejak 31 Maret 2021.Menurut Sun Chun, insinyur yang bertanggung jawab atas pengukuran dan kontrol FAST, 15 negara tersebut termasuk Jerman, Italia, dan Prancis, dan permohonan mereka sebagian besar meliputi observasi semburan radio cepat, observasi pulsar, dan survei hidrogen netral.Setelah meraih gelar doktor di bidang astrofisika pulsar di Universitas Manchester, Ralph Eatough, astronom asal Inggris, bekerja sebagai astronom pulsar di Observatorium Astronomi Nasional China di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Menurut Eatough, dengan dibukanya FAST untuk dunia, kini para astronom dapat melakukan eksperimen yang sebelumnya tidak memungkinkan karena sensitivitas teleskop yang kurang memadai, salah satu contohnya adalah potensi untuk mendeteksi pulsar yang berada di galaksi luar.Jiang Peng, kepala insinyur FAST, mengatakan bahwa untuk mempertahankan posisi teleskop ini sebagai yang terdepan di dunia, timnya akan melakukan segala upaya untuk memastikan FAST menjadi lebih stabil dan efisien.Saat ini, durasi observasi tahunan teleskop FAST tercatat sekitar 5.300 jam, dan teleskop ini memainkan peran penting dalam output berkelanjutan dari sejumlah pencapaian penelitian ilmiah.Terletak di daerah dengan depresi karst yang dalam dan melingkar secara alami di Provinsi Guizhou, China barat daya, FAST resmi dibuka untuk ilmuwan internasional pada 31 Maret 2021.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan sebut pembuangan tritium dari PLTN Fukushima ke laut bahayakan manusia
Indonesia
•
01 May 2023

Bilah turbin angin terpanjang di dunia sukses diproduksi di China utara
Indonesia
•
25 Mar 2024

Arab Saudi luncurkan kota modern nol karbon berpenduduk 1 juta
Indonesia
•
11 Jan 2021

Misi astronaut swasta Axiom berhasil menambat ke ISS
Indonesia
•
23 May 2023


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
