
Teleskop FAST China deteksi pulsar biner dengan periode orbit tersingkat

Foto long-time exposure dari udara yang diabadikan pada 24 Juli 2022 ini memperlihatkan kinerja drone di atas Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) China di Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Ou Dongqu)
Teleskop FAST China mengidentifikasi pulsar biner dengan periode orbit 53,3 menit, periode tersingkat yang pernah terdeteksi untuk sistem biner pulsar.
Guiyang, China (Xinhua) – Teleskop FAST China mengidentifikasi pulsar biner dengan periode orbit 53,3 menit, periode tersingkat yang pernah terdeteksi untuk sistem biner pulsar.Penelitian tersebut, yang terutama dilakukan oleh sebuah tim yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Observatorium Astronomi Nasional Akademi Ilmu Pengetahuan China (National Astronomical Observatories under the Chinese Academy of Sciences/NAOC), dipublikasikan dalam jurnal Nature Wednesday.Pulsar, atau bintang neutron yang berputar cepat, berasal dari inti bintang besar yang mati yang meledak melalui ledakan supernova.Pulsar biner yang baru terdeteksi itu diberi nama PSR J1953+1844 (M71E). Pulsar tersebut milik sistem pulsar laba-laba dengan kecepatan sudut orbit terbesar sejauh ini."Di masa mendatang, kami berharap dapat menggunakan FAST untuk terus mengamati pulsar biner yang baru terdeteksi. Kami berharap dapat menentukan banyak parameter pulsar ini, seperti sudut sumbu putar dan arah rotasi, serta mengetahui lebih banyak tentang bintang yang ada di dekat pulsar," kata Lu Jiguang, asisten peneliti di Observatorium Astronomi Nasional Akademi Ilmu Pengetahuan China (National Astronomical Observatories under the Chinese Academy of Sciences/NAOC).Terletak di daerah dengan depresi karst yang dalam dan melingkar alami di wilayah Pingtang, Provinsi Guizhou, China barat daya, FAST resmi beroperasi pada Januari 2020 dan dibuka secara resmi untuk dunia pada 31 Maret 2021. FAST diyakini sebagai teleskop radio paling sensitif di dunia.Pengamatan pulsar menjadi tugas penting bagi FAST, yang dapat digunakan untuk mengonfirmasi keberadaan radiasi gravitasi dan lubang hitam, serta membantu memecahkan banyak pertanyaan besar lainnya dalam bidang fisika.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sistem pelatihan cerdas pertama untuk penyelamatan kebakaran hutan skala besar diluncurkan di China
Indonesia
•
19 Feb 2025

Haji 1445 – Setidaknya 8.000 kamera dengan teknologi AI digunakan untuk atur pergerakan jamaah haji
Indonesia
•
16 Jun 2024

Peneliti China kembangkan robot bedah mata otonomos
Indonesia
•
21 Jan 2026

Hingga akhir 2021, China bangun lebih dari 1,4 juta BTS 5G
Indonesia
•
10 Feb 2022


Berita Terbaru

Badai dan kekeringan percepat perputaran biomassa di hutan Amazon
Indonesia
•
25 May 2026

Protein tau pertahankan ingatan jangka panjang, tawarkan pengobatan demensia
Indonesia
•
25 May 2026

Feature – Bayi panda raksasa Rio siap diperkenalkan ke publik mulai akhir Mei
Indonesia
•
24 May 2026

Kaya umbi-umbian, masyarakat Indonesia bisa nikmati mi non-terigu yang sehat
Indonesia
•
24 May 2026
