
Peneliti China kembangkan jaringan observasi karbon terkoordinasi

Foto yang diabadikan pada 16 Juli 2021 ini menunjukkan sebuah layar yang menampilkan informasi waktu nyata (real-time) mengenai perdagangan emisi karbon nasional di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah. (Xinhua/Xiao Yijiu)
Jaringan Pengamatan Karbon Terkoordinasi UAV Berbiaya Rendah (Low-cost UAV Coordinated Carbon Observation Network/LUCCN) dikembangkan berdasarkan sensor gas rumah kaca untuk melakukan studi kualitatif dan kuantitatif mengenai emisi karbon dioksida dari pembangkit listrik.
Beijing, China (Xinhua) – Para peneliti China membangun prototipe Jaringan Pengamatan Karbon Terkoordinasi UAV Berbiaya Rendah (Low-cost UAV Coordinated Carbon Observation Network/LUCCN) berdasarkan sensor gas rumah kaca untuk melakukan studi kualitatif dan kuantitatif mengenai emisi karbon dioksida dari pembangkit listrik, menurut laporan surat kabar Science and Technology Daily pada Kamis (9/11).Kondisi anggaran karbon global saat ini masih relatif tidak pasti karena kurangnya informasi tentang emisi karbon di daerah perkotaan dan industri utama, kata Yang Dongxu, seorang associate researcher dari Institut Fisika Atmosfer (Institute of Atmospheric Physics/IAP) di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Penting untuk melakukan pendeteksian intensif dan berkualitas tinggi secara berkesinambungan untuk perubahan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer, imbuh Yang.
Sejumlah staf China Southern Power Grid cabang Guizhou menggunakan robot untuk melakukan inspeksi di salah satu gardu listrik di Tongren, Provinsi Guizhou, China barat daya, pada 22 Februari 2023. (Xinhua/Tian Jie)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Ahli mikrobiologi harapkan COP28 juga soroti mikroorganisme
Indonesia
•
04 Dec 2023

Peneliti kembangkan metode identifikasi mutasi SARS-CoV-2 yang pengaruhi tes antigen
Indonesia
•
16 Sep 2022

Studi sebut pria umur panjang lebih sehat dibandingkan wanita umur panjang
Indonesia
•
07 Feb 2025

Apple akan gelar Worldwide Developers Conference pada Juni 2023
Indonesia
•
31 Mar 2023


Berita Terbaru

Luas es laut musim dingin Arktik makin mengecil
Indonesia
•
27 Mar 2026

Studi sebut panel surya pada dinding bangunan bisa pasok listrik kota dan pangkas emisi
Indonesia
•
28 Mar 2026

Brasil kenalkan jet tempur supersonik F-39E Gripen pertama yang diproduksi di dalam negeri
Indonesia
•
27 Mar 2026

Tim peneliti China kembangkan fotovoltaik film tipis berefisiensi tinggi untuk energi luar angkasa
Indonesia
•
27 Mar 2026
