
Teknologi 'nanobubble' Indonesia dukung budi daya ikan, dilirik Jepang untuk ikan koi

Ilustrasi. (Alejandro Aro on Unsplash)
Teknologi nanobubble mampu memantau kondisi air secara real time, mulai dari suhu, kadar oksigen, hingga pH kolam.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Beberapa masalah utama dalam budi daya ikan adalah rendahnya kadar oksigen terlarut dan tingginya kandungan amonia maupun nitrit di dalam kolam budi daya, yang kerap memicu kematian ikan dan menghambat pertumbuhan.
Hal tersebut kini dapat diatasi dengan inovasi teknologi berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) terintegrasi nanobubble dan plasma-ozon yang dikembangkan oleh Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Inovasi tersebut menggabungkan teknologi nanobubble, plasma-ozon, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan sistem budi daya ikan yang lebih efisien, sehat, serta ramah lingkungan.
Peneliti PRMC BRIN, Hilman Syaeful Alam, menjelaskan bahwa teknologi ini telah diterapkan di fasilitas budi daya ikan nila di Cianjur, Jawa Barat melalui kolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor dan PT Asia Aquatech Indo.
“Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan kepadatan tebar ikan hingga dua sampai tiga kali lipat dibandingkan sistem konvensional,” ujar Hilman saat menerima kunjungan Mitsui Consultants Co., Ltd di Kawasan Sains dan Teknologi Samaun Samadikun, Bandung, Selasa (19/5), dikutip dari situs jejaring BRIN, pada Ahad.
Saat ini, lanjutnya, sistem pemantauan kualitas air berbasis IoT dan AI tersebut terus dikembangkan menuju sistem close loop otomatis. Sistem ini diharapkan mampu menekan pertumbuhan bakteri patogen sekaligus membantu mengurai limbah amonia sehingga penggunaan antibiotik dapat ditekan secara signifikan.
Melalui sensor IoT, teknologi nanobubble yang telah dikembangkan sejak 2016 dan memperoleh sertifikat paten pada 2020 itu, mampu memantau kondisi air secara real time, mulai dari suhu, kadar oksigen, hingga pH kolam.
Teknologi AI juga dimanfaatkan untuk membaca perilaku ikan melalui kamera pemantau, sehingga sistem dapat memperkirakan pertumbuhan ikan sekaligus menentukan pola pemberian pakan yang lebih tepat dan efisien.
Hilman menambahkan, teknologi nanobubble dan plasma-ozon tidak hanya diterapkan pada budi daya ikan nila, tetapi juga telah diimplementasikan untuk budi daya ikan patin di Bogor (Jawa Barat), tambak udang di Lampung, budi daya ikan air tawar di Tulang Bawang Barat (Lampung), hingga pemulihan kualitas air di Kali Item, Jakarta.
BRIN akan menargetkan pengembangan perangkat yang lebih ringkas dan mudah dipindahkan agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat maupun industri perikanan skala besar.
“Inovasi ini diharapkan menjadi solusi strategis untuk meningkatkan produktivitas akuakultur nasional sekaligus mendukung praktik budi daya ikan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujar Hilman.
Pengembangan teknologi ini juga menarik perhatian mitra internasional. Chief Representative Jakarta Representative Office Mitsui Consultants Co., Ltd, Ryuji Shiga menyampaikan ketertarikannya pada teknologi IoT Nanobubble yang dikembangkan BRIN.
“Teknologi ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan kadar oksigen terlarut, menjaga kualitas air, mengurangi patogen, serta mendukung optimalisasi pertumbuhan ikan dan efisiensi sistem budi daya,” ungkap Shiga.
Dia berharap kolaborasi dengan BRIN dapat dikembangkan untuk budi daya ikan koi skala kecil di Jepang dan Indonesia.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Detektor radar baru mampu identifikasikan tanda kehidupan dengan cepat
Indonesia
•
31 Jul 2023

Peneliti buat peta pertama untuk reseptor penciuman di hidung
Indonesia
•
30 Apr 2026

Pesawat listrik terbang perdana di dekat Tembok Besar Beijing
Indonesia
•
26 Sep 2024

China terbitkan dataset karakteristik daerah tangkapan air danau di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet
Indonesia
•
25 Nov 2022


Berita Terbaru

Feature – Bayi panda raksasa Rio siap diperkenalkan ke publik mulai akhir Mei
Indonesia
•
24 May 2026

Kaya umbi-umbian, masyarakat Indonesia bisa nikmati mi non-terigu yang sehat
Indonesia
•
24 May 2026

Peneliti Indonesia kembangkan kapal listrik pengangkut sampah untuk kawasan mangrove
Indonesia
•
24 May 2026

Teknologi ‘Organic Rankine Cycle’ ubah panas buangan dari jadi energi listrik
Indonesia
•
24 May 2026
