
Alkohol bisa bikin orang kalap makan keripik dan pizza, ini penyebabnya

Ilustrasi. (Davey Gravy on Unsplash)
Alkohol meningkatkan kadar hormon FGF21, yang berkaitan dengan dorongan tubuh untuk mengonsumsi protein serta preferensi terhadap rasa asin dan umami.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah studi di Australia menunjukkan bahwa alkohol dapat memicu jalur biologis yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi makanan ultra proses (ultra-processed food/UPF) yang gurih secara berlebihan, yang berpotensi menyebabkan asupan energi berlebih dan kenaikan berat badan.
Studi tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal Obesity Reviews, menemukan bahwa alkohol meningkatkan kadar hormon FGF21, yang berkaitan dengan dorongan tubuh untuk mengonsumsi protein serta preferensi terhadap rasa asin dan umami, demikian menurut pernyataan dari Universitas Sydney, Australia, pada Rabu (3/6).
Para peneliti mengatakan respons ini mungkin telah berevolusi untuk mendorong manusia mencari makanan kaya protein, seperti daging. Namun, lingkungan makanan modern dapat mengganggu sinyal sensorik tersebut, mengingat rasa umami kini juga ditemukan pada makanan yang tidak kaya protein.
Studi tersebut menunjukkan makanan gurih berperisa buatan ini dapat bertindak sebagai "umpan protein", yang menipu tubuh agar menginginkan protein tanpa benar-benar mendapatkannya, sehingga menyebabkan peningkatan asupan lemak, karbohidrat, dan energi secara keseluruhan.
"Keinginan untuk menikmati sebungkus keripik bersama minuman, sepotong pizza di akhir malam pesta, atau makanan gorengan keesokan paginya mungkin dipicu oleh cara alkohol mengubah mekanisme pengaturan nafsu makan tubuh, terutama terhadap protein," kata penulis utama studi tersebut, Profesor David Raubenheimer dari Charles Perkins Center, Universitas Sydney.
Studi tersebut menunjukkan, ketika asupan protein dalam makanan berkurang, orang cenderung makan lebih banyak secara keseluruhan guna memenuhi dorongan untuk mengonsumsi protein yang dipicu alkohol, terutama ketika makanan ultra proses yang rendah protein mudah didapatkan.
Analisis data pola makan di Australia menunjukkan bahwa orang-orang mengonsumsi lebih banyak makanan gurih pada hari-hari ketika mereka minum alkohol dibandingkan pada hari-hari ketika mereka tidak minum alkohol.
Para peneliti menyarankan opsi makanan alami utuh yang kaya protein, seperti makanan laut atau kacang-kacangan, yang mungkin dapat membantu mengurangi dampak tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

SpaceX kembali luncurkan 23 satelit internet Starlink ke luar angkasa
Indonesia
•
07 Apr 2024

Peneliti China kembangkan baterai lithium-sulfur baru untuk bantu ‘drone’ terbang lebih jauh
Indonesia
•
12 May 2026

Peneliti China gunakan kelenjar getah bening yang dikeringkan beku untuk pengobatan tumor
Indonesia
•
23 Mar 2024

Kawanan paus dan lumba-lumba mati setelah terdampar di pantai timur Selandia Baru
Indonesia
•
23 Jan 2024


Berita Terbaru

Makam era Firaun berusia 3.000 tahun lebih ditemukan di Luxor, Mesir
Indonesia
•
13 Jul 2026

China operasikan platform riset lepas pantai seluas 2 km persergi, mampu simulasikan berbagai skenario perubahan iklim
Indonesia
•
11 Jul 2026

OpenAI luncurkan GPT-5.6, AI baru yang lebih cerdas, lebih cepat, dan lebih efisien
Indonesia
•
10 Jul 2026

Limbah pertanian ‘disulap’ jadi bioarang, teknologi China ini capai produksi 50.000 ton per tahun
Indonesia
•
09 Jul 2026
