
China kembangkan membran baru yang dimodifikasi untuk desalinasi air laut

Seorang turis menjajal paralayang di sebuah resor pantai di objek wisata Dongjiangwan di Kawasan Baru Binhai, Tianjin, China utara, pada 5 Juni 2021. (Xinhua/Sun Fanyue)
Teknologi desalinasi air laut dan pemurnian air limbah berminyak dikembangkan oleh para peneliti China dengan membran berpori yang dimodifikasi dengan cara melapiskan Fe(III) dan agen penggandengan silan (KH550) dengan polidopamin sehingga membran bersifat hidrofilisitas dan antipengotoran (anti-fouling).
Beijing, China (Xinhua) – Para peneliti China telah mengembangkan suatu jenis membran berpori yang dimodifikasi sehingga dapat menjadi pilihan layak untuk desalinasi air laut dan pemurnian air limbah berminyak, demikian menurut Guangdong Academy of Sciences (GDAS).Tim peneliti itu mengembangkan jenis baru membran yang dimodifikasi berkinerja tinggi, berbiaya rendah, dan terukur ini dengan ketahanan minyak sangat tinggi, kata He Bin, peneliti dari Institut Ekologi Lingkungan dan Ilmu Tanah di bawah GDAS sekaligus pemimpin penelitian tersebut.Pemanfaatan pembangkit uap matahari melalui konversi fototermal adalah solusi yang berkelanjutan dan sangat efisien untuk mengatasi kelangkaan air yang sudah berlangsung lama.Berkat penyerapan optiknya yang luas, dopamin telah dianggap sebagai bahan konversi fototermal yang menjanjikan.Tim tersebut meningkatkan sifat hidrofilisitas dan antipengotoran (anti-fouling) dari membran yang dimodifikasi ini dengan cara melapiskan Fe(III) dan agen penggandengan silan (KH550) dengan polidopamin, menurut He.Hasil studi menunjukkan bahwa, lewat satu kali penyinaran matahari, membran yang baru dimodifikasi itu menghasilkan uap matahari dengan efisiensi sebesar 90,33 persen.Laju penguapannya juga bekerja dengan baik, bahkan dalam air yang terkontaminasi minyak, berkat kemampuan hidrofilisitas dan anti-fouling membran itu.Hasil studi teknologi desalinasi air laut dan pemurnian air limbah berminyak tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Solar Energy Materials and Solar Cells.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Inti dalam yang padat di Mars beri petunjuk sejarah evolusi medan magnet
Indonesia
•
07 Sep 2025

Peneliti Indonesia temukan jenis baru ular air, jumlah spesies ular di Sulawesi jadi 60
Indonesia
•
24 Jan 2024

Wahana luar angkasa UEA kirim gambar Mars
Indonesia
•
15 Feb 2021

Fokus Berita – Gelombang panas terus sengat dunia, Juli 2024 jadi Juli terpanas dalam sejarah
Indonesia
•
10 Aug 2024


Berita Terbaru

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026

Dibekali kamera 200MP, Huawei nova 16s Series 5G resmi meluncur di Indonesia
Indonesia
•
22 Oct 2026
