
Institut China dan jurnal Science rilis daftar 10 tantangan terbesar dalam bidang nanoteknologi

Para teknisi bekerja di Pusat Penelitian Teknologi Mikro/Nano Permukaan/Antarmuka (Research Center for Surface/Interfacial Micro/Nano-technology), Institut Penelitian Tianjin untuk Peralatan Canggih di Universitas Tsinghua, di Tianjin, China utara, pada 24 Februari 2021. (Xinhua/Sun Fanyue)
Tantangan terbesar bidang nanoteknologi mencakup bidang-bidang utama yang meliputi karakteristik material nano yang relevan dengan toksisitas, bagaimana nanoteknologi akan mengubah praktik kedokteran, apa yang akan dipelajari para ilmuwan tentang material nano di permukaan dan antarmuka mereka menggunakan teknologi visualisasi baru, bagaimana nanoteknologi akan mengubah cara membuat katalis dan jenis katalis yang bisa dihasilkan, serta bagaimana nanoteknologi dapat mengubah elektronik.
Beijing, China (Xinhua) – Sebuah lembaga penelitian nasional China, bersama dengan jurnal Science, pada Jumat (24/11) merilis daftar 10 tantangan terbesar yang belum terpecahkan di bidang nanosains dan teknologi.Sejak April lalu, National Center for Nanoscience and Technology, cabang dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), telah bermitra dengan journal Science untuk menyurvei para ahli dari 20 lebih negara yang bergerak di bidang ini, termasuk China, Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman, dan memilih 10 tantangan terbesar berdasarkan survei tersebut.Daftar tantangan tersebut mencakup bidang-bidang utama yang meliputi karakteristik material nano yang relevan dengan toksisitas, bagaimana nanoteknologi akan mengubah praktik kedokteran, apa yang akan dipelajari para ilmuwan tentang material nano di permukaan dan antarmuka mereka menggunakan teknologi visualisasi baru, bagaimana nanoteknologi akan mengubah cara membuat katalis dan jenis katalis yang bisa dihasilkan, serta bagaimana nanoteknologi dapat mengubah elektronik.Menurut institut China tersebut, bidang-bidang ini mencerminkan penelitian frontier internasional saat ini, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan, serta kebutuhan bersama umat manusia.Para ahli berharap tantangan-tantangan besar ini akan mendorong keingintahuan dan semangat eksplorasi para peneliti di bidang nanosains dan teknologi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Google laporkan terobosan dalam komputasi kuantum
Indonesia
•
28 Oct 2025

Ericsson: Operator telekomunikasi China adopsi teknologi 5G dengan cepat
Indonesia
•
02 Mar 2023

Arab Saudi kembangkan aplikasi I’tamarna tingkatkan layanan umroh
Indonesia
•
24 Sep 2020

Tim ilmuwan China usulkan penggunaan robot yang bergerak di aliran darah
Indonesia
•
18 Dec 2023


Berita Terbaru

Peneliti Spanyol gunakan ‘drone’ dan AI untuk identifikasi gandum yang tahan terhadap perubahan iklim
Indonesia
•
01 May 2026

Sinar matahari bisa ubah limbah plastik jadi bahan bakar bersih
Indonesia
•
30 Apr 2026

Peneliti buat peta pertama untuk reseptor penciuman di hidung
Indonesia
•
30 Apr 2026

Ada mikroplastik di dalam otak manusia, peneliti ungkap pola distribusinya
Indonesia
•
30 Apr 2026
