
Taman Nasional Sanjiangyuan bukti kerja keras China bidang ekologi

Foto yang diabadikan pada 20 April 2021 ini menunjukkan kawanan antelop Tibet di daerah Sanjiangyuan di Provinsi Qinghai, China barat laut. (Xinhua/Wu Gang)
Taman Nasional Sanjiangyuan merupakan taman nasional tertinggi di dunia, dan dikenal sebagai ‘menara air’ China karena di dalam wilayahnya terdapat hulu sungai Yangtze, Kuning, dan Lancang.
Xining, China (Xinhua) – Terletak di lokasi dengan rata-rata ketinggian lebih dari 4.700 meter, Taman Nasional Sanjiangyuan merupakan taman nasional tertinggi di dunia.Sanjiangyuan dikenal sebagai ‘menara air’ China karena di dalam wilayahnya terdapat hulu sungai Yangtze, Kuning, dan Lancang.Sangjiangyuan juga merupakan rumah bagi hampir 70 spesies satwa liar yang mendapat perlindungan negara.Sebelumnya, wilayah Sanjiangyuan mengalami degradasi ekologi yang signifikan akibat perubahan iklim dan berbagai aktivitas manusia, yang mengakibatkan lenyapnya banyak danau dan penurunan tajam dalam jumlah satwa liar.Namun dalam beberapa tahun terakhir, situasi telah menjadi jauh lebih baik berkat upaya terpadu dan tiada henti yang dilakukan oleh pemerintah di berbagai tingkatan, institusi, dan pekerja akar rumput.Pada 2016, China menetapkan Taman Nasional Sanjiangyuan sebagai sebuah proyek percontohan.Lima tahun kemudian, taman tersebut diresmikan.Pada 1 September, undang-undang penting untuk perlindungan ekosistem berisiko di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet mulai diberlakukan. Undang-undang ini diharapkan dapat membantu memperkuat desain tingkat tinggi sistem perlindungan ekologi untuk ‘atap dunia’ itu.Di Sanjiangyuan terdapat lebih dari 17.000 jagawana dan tugas mereka meliputi pengelolaan padang rumput, observasi ekologi, dan pemantauan iklim.Menjaga tanah air mereka yang indah, para jagawana telah menjadi kekuatan penting dalam pelestarian keanekaragaman hayati.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti temukan senyawa dari limbah bunga matahari untuk cegah pembusukan buah
Indonesia
•
24 Nov 2023

Fondasi dahan murbei dan cemara ditemukan di bawah tembok kota China kuno
Indonesia
•
13 Jan 2023

Teleskop FAST China deteksi pulsar biner dengan periode orbit tersingkat
Indonesia
•
05 Jul 2023

Dua satelit meteorologi China resmi beroperasi
Indonesia
•
02 Dec 2022


Berita Terbaru

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026
