Taman Nasional Lorentz terluas di Asia Tenggara

Taman Nasional Lorentz terluas di Asia Tenggara
Peta lokasi Taman Nasional Lorentz di Papua. (Google Earth)

Jakarta (Indonesia Window) – Terhampar di area area seluas 2,35 juta hektar dan membentang lebih dari 150 kilometer dari pegunungan cordillera di utara hingga Laut Arafura di selatan Pulau Papua, menjadikan Taman Nasional Lorentz daerah konservasi terbesar di Asia Tenggara.

Dalam situs jejaring Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya PBB (UNESCO), taman nasional yang berada di sepanjang Pegunungan Mandala dengan Puncak Cartenz (4884 meter di atas permukkan laut- puncak tertinggi di Asia Tenggara) tersebut masuk dalam Daftar Warisan Dunia.

Daerah yang kaya akan ragam ekosistem itu ditetapkan sebagai Taman Nasional pada 1997 berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan.

Taman Nasional Lorentz adalah kekayaan dunia karena merupakan salah satu dari hanya tiga daerah tropis di dunia yang memiliki gletser dan mosaik morfologi dari puncak gunung yang tertutup salju hingga lahan basah dan daerah pesisir yang luas.

Taman nasional ini juga menyimpan situs fosil dan keanekaragaman endemik tingkat tinggi.

Sebanyak 34 jenis vegetasi dan 29 sistem lahan ditemukan di Taman Nasional Lorentz bersama dengan 123 spesies mamalia, yang berarti mewakili 80 persen dari total fauna mamalia Pulau Papua.

Mamalia yang hidup di taman nasional tersebut termasuk dua dari tiga monotremata (mamalia bertelur) dunia, yakni echidna paruh pendek (Tachyglossus aculeatus) dan echidna paruh panjang (Zaglossus bruijinii). Keduanya merupakan endemik Papua.

Taman Nasional Lorentz merupakan rumah bagi sejumlah besar spesies burung langka dan endemik.

Tak hanya kaya akan sumber daya alam, di Taman Nasional Lorentz tinggal tujuh kelompok etnis yang masih mempertahankan gaya hidup tradisional mereka.

Di dataran tinggi hidup masyarakat termasuk Amungme (Damal), Dani Barat, Dani Lembah Baliem, Moni dan Nduga, sedangkan di dataran rendah ada suku Asmat, Kamoro dan Sempan.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here