
Feature – Pakar dorong generasi baru lestarikan seni taksidermi Myanmar yang langka

Seorang ahli taksidermi bekerja di sebuah sanggar kerja di Yangon, Myanmar, pada 18 Agustus 2024. (Xinhua/Myo Kyaw Soe)
Taksidermi adalah seni menyiapkan, mengisi, dan memasang kulit hewan yang telah mati, dan kini telah menjadi seni yang langka dan terancam punah di Myanmar.
Yangon, Myanmar (Xinhua/Indonesia Window) – Di bagian sudut Yangon yang sunyi, tersembunyi di antara jalanan yang ramai, berdiri sebuah tenda sederhana yang dipenuhi dengan tubuh hewan mati yang diawetkan melalui taksidermi. Di tempat inilah U Myo Naing (52), salah satu dari segelintir ahli taksidermi di Myanmar, telah menjaga seni ini tetap hidup selama lebih dari 25 tahun."Taksidermi adalah seni menyiapkan, mengisi, dan memasang kulit hewan yang telah mati. Saya belajar seni taksidermi dari guru saya, U Paw Than," ujar U Myo Naing."Di Myanmar, taksidermi merupakan seni yang langka dan terancam punah. Saya terus mempraktikannya karena saya ingin mewariskan taksidermi kepada generasi mendatang dan melestarikan seni ini di negara kami," tambahnya.
Foto yang diabadikan pada 18 Agustus 2024 ini menunjukkan hewan taksidermi di sebuah sanggar kerja di Yangon, Myanmar. (Xinhua/Myo Kyaw Soe)
Seorang ahli taksidermi bekerja di sebuah sanggar kerja di Yangon, Myanmar, pada 18 Agustus 2024. (Xinhua/Myo Kyaw Soe)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

WHO peringatkan lonjakan kasus malaria yang mengkhawatirkan di Ethiopia
Indonesia
•
26 Dec 2024

Polusi udara di Bangladesh semakin buruk, warga tak boleh keluar rumah
Indonesia
•
13 Dec 2024

Opini – Perpaduan nilai tradisional dan modern, penekanan pendidikan bentuk keuletan siswa China
Indonesia
•
29 May 2025

PBB sebut hampir 70.000 migran tewas atau hilang dalam perjalanan sejak 2014
Indonesia
•
19 Dec 2025


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
