
Feature – Mantan pekerja kerah putih di Sudan andalkan pekerjaan sampingan saat perang melanda

Seorang pedagang asal Sudan bernama Abdul-Seed Al-Fadil sedang membuat Flafil, yang oleh penduduk setempat disebut Yamiya, di sebuah toko kecil di wilayah Karari, Kota Omdurman, pada 21 Juni 2024. (Xinhua/Faris Idriss)
Sudan terjebak dalam konflik mematikan antara Angkatan Bersenjata Sudan (Sudanese Armed Forces/SAF) dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) sejak pertengahan April 2023, menewaskan lebih dari 16.650 orang.
Khartoum, Sudan (Xinhua) – Perang yang masih berlangsung di Sudan telah menghancurkan teknologi, kesehatan, pendidikan, dan layanan publik atau swasta lainnya yang mempekerjakan banyak tenaga profesional terampil.Sudan terjebak dalam konflik mematikan antara Angkatan Bersenjata Sudan (Sudanese Armed Forces/SAF) dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) sejak pertengahan April 2023. Konflik itu telah menewaskan lebih dari 16.650 orang, menurut laporan situasi Sudan yang diperbarui oleh Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA) pada akhir Juni.Perang tersebut juga melumpuhkan perekonomian nasional secara keseluruhan serta menyebabkan banyak perusahaan bangkrut dan institusi publik tutup, sehingga para tenaga profesional ini terpaksa memasuki pasar tenaga kerja manual yang sangat fluktuatif atau menjadi wiraswasta.Di wilayah Karari di Kota Omdurman, sebelah utara Khartoum, ibu kota Sudan, sebuah tempat penampungan berukuran besar bagi warga yang menyelamatkan diri dari perang, Bakri Merghani, seorang mantan karyawan di perusahaan teknologi informasi, kini berjualan pakaian dan aksesori.
Bakri Merghani menjual aksesori dan mainan di wilayah Karari, Kota Omdurman, pada 21 Juni 2024. (Xinhua/Faris Idriss)
Tariq Shuaib terlihat di dalam toko obat-obatan herbal miliknya di wilayah Karari, Kota Omdurman, pada 21 Juni 2024. (Xinhua/Faris Idriss)
Foto yang diabadikan menggunakan ponsel pada 17 April 2024 ini memperlihatkan seorang sukarelawan membersihkan rumah yang rusak di Omdurman, Sudan. (Xinhua/Mohamed Khidir)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Korban tewas akibat bencana iklim di Brasil selatan capai 151 jiwa
Indonesia
•
18 May 2024

Brasil kerahkan kapal induk terbesar untuk bantu korban longsor
Indonesia
•
24 Feb 2023

Rochi Educare bantu hasilkan produk herbal sesuai standar kesehatan
Indonesia
•
08 Sep 2024

Universitas di California beralih ke kelas daring usai aksi unjuk rasa terkait konflik Gaza
Indonesia
•
15 Jun 2024


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
