
Studi: Sel kanker dapat merusak DNA sendiri saat tumbuh, berpotensi jadi target terapi

Ilustrasi. (CDC on Unsplash)
Sel kanker dapat merusak DNA-nya sendiri melalui proses yang sama yang mendorong pertumbuhan agresifnya, mengungkap kerentanan utama yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan baru.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Para peneliti Israel menemukan bahwa sel kanker dapat merusak DNA-nya sendiri melalui proses yang sama yang mendorong pertumbuhan agresifnya, mengungkap kerentanan utama yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan baru, demikian menurut pernyataan Universitas Ibrani Yerusalem pada Rabu (21/1).
Studi itu, yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances, menunjukkan bahwa pengatur genetik hiperaktif yang disebut "super-enhancer" memaksa gen kanker untuk bekerja pada kecepatan maksimum. Namun, "super-enhancer" ini juga menciptakan "tekanan" yang sangat besar pada DNA dan dapat menyebabkan patahan (break).
Menggunakan pemetaan canggih, para peneliti menemukan bahwa patahan-patahan DNA ini terjadi berulang kali di sejumlah wilayah dengan aktivitas tinggi yang sama. Meski sel kanker mampu memperbaiki patahan-patahan tersebut, siklus patah dan perbaikan yang berulang dapat membuat wilayah-wilayah ini semakin rentan terhadap akumulasi mutasi seiring waktu.
"Singkatnya, mekanisme yang sama yang membantu kanker tumbuh dengan cepat juga dapat membuat DNA-nya lebih rapuh," tambah pernyataan tersebut.
Temuan itu mengarah pada sebuah strategi pengobatan yang menjanjikan. Menargetkan wilayah-wilayah DNA yang mengalami stres berlebih ini akan dapat mengganggu siklus pertumbuhan kanker, memperlambat kemampuannya untuk berevolusi, dan membuat tumor lebih sensitif terhadap terapi yang ada, papar laporan tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Pusat penelitian Rusia temukan lebih 15 senyawa untuk obat
Indonesia
•
12 Nov 2020

Kaya umbi-umbian, masyarakat Indonesia bisa nikmati mi non-terigu yang sehat
Indonesia
•
24 May 2026

Jejak kaki ‘Mammaliaform’ Periode Kapur ditemukan di China selatan
Indonesia
•
15 Jun 2025

Panjang Gua C7 dalam sistem gua vulkanik Krong No Vietnam bertambah jadi 1.240 meter
Indonesia
•
09 Dec 2022


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
