
Studi: Ekosistem darat masa depan hasilkan lebih banyak oksigen untuk atmosfer

Foto dari udara yang diabadikan pada 20 Juli 2021 ini menunjukkan lahan basah di Nyingchi, Daerah Otonom Tibet, China barat daya. (Xinhua/Sun Ruibo)
Ekosistem darat di masa depan akan menghasilkan lebih banyak oksigen untuk atmosfer akibat perubahan iklim dan aktivitas antropogenik.
Lanzhou, China (Xinhua) – Sebuah studi baru mengungkap bahwa ekosistem darat di masa depan akan menghasilkan lebih banyak oksigen untuk atmosfer akibat perubahan iklim dan aktivitas antropogenik.Tim peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Atmosfer di bawah Universitas Lanzhou menemukan bahwa ekosistem darat di masa depan akan memproduksi lebih banyak oksigen untuk atmosfer saat mengeksplorasi variasi siklus oksigen modern.Siklus oksigen adalah siklus biogeokimia yang penting bagi semua jenis kehidupan aerobik di Bumi. Namun, siklus oksigen modern telah mengalami perubahan drastis jika dibandingkan dengan periode praindustri, papar Huang Jianping, akademisi di Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) sekaligus profesor di Universitas Lanzhou.Tim peneliti mengembangkan basis data untuk produksi oksigen ekosistem darat global jangka panjang guna mengevaluasi respons produksi oksigen ekosistem terhadap perubahan iklim dan aktivitas antropogenik.Hasil studi menunjukkan bahwa ekosistem darat dapat memproduksi lebih dari 80 persen dari total produksi oksigen. Sumber oksigen utama terletak di daerah tropis, dan produksi oksigen menurun seiring dengan meningkatnya garis lintang.Studi ini memperkaya pemahaman tentang siklus oksigen modern dan memberikan perkiraan yang lebih baik untuk variasi level oksigen atmosfer di masa depan. Basis data yang baru dibentuk ini juga menyediakan instrumen baru untuk menilai kesehatan ekosistem, kata Ding Lei, penulis utama dalam studi tersebut.Temuan penelitian itu telah dipublikasikan dalam jurnal Science China Earth Sciences.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan China berhasil rakit DNA manusia dan transfer antarspesies
Indonesia
•
18 Jul 2025

Italia berpotensi kehilangan seperlima pantai akibat kenaikan permukaan air laut pada 2050
Indonesia
•
01 Nov 2025

Teleskop FAST China temukan bukti keberadaan gelombang gravitasi nanohertz
Indonesia
•
05 Jul 2023

Misi pendaratan Bulan swasta pertama AS diluncurkan, bawa program sains NASA
Indonesia
•
09 Jan 2024


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
