
Studi baru sebut diabetes tipe 2 disebabkan oleh "maladaptasi"

Ilustrasi. (Towfiqu barbhuiya on Unsplash)
Sel-sel secara alami "meningkatkan volume" produksi insulin untuk mengatasi proses penuaan. Namun, pada penderita diabetes, sel-sel tersebut mencoba untuk "berlari" lebih cepat lagi.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah penelitian baru membantah keyakinan yang telah lama dipercaya bahwa diabetes tipe 2 hanya disebabkan oleh sel yang mengalami keausan, demikian disampaikan Universitas Ibrani Yerusalem (Hebrew University of Jerusalem) dalam sebuah pernyataan pada Selasa (5/5).
Sebuah studi yang telah diterbitkan di dalam jurnal Nature Metabolism mengungkapkan bahwa sel-sel penghasil insulin kita merupakan adaptor "heroik" yang pada akhirnya memaksakan diri hingga mencapai titik batas.
Dengan memetakan pankreas manusia sejak lahir hingga usia lanjut, para ilmuwan menemukan bahwa sel-sel secara alami "meningkatkan volume" produksi insulin untuk mengatasi proses penuaan. Namun, pada penderita diabetes, sel-sel tersebut mencoba untuk "berlari" lebih cepat lagi.
Para peneliti mengatakan sel-sel tersebut tidak sekadar mengalami kegagalan, melainkan berupaya mempertahankan kontrol gula darah di bawah tekanan berkelanjutan, yang pada akhirnya memberikan beban terlalu berat pada fungsi internalnya.
Penemuan ini menggeser fokus pengobatan di masa depan dari mengganti sel-sel yang mati menjadi "mengatur ulang" sel-sel yang bekerja terlalu keras, sehingga berpotensi menghentikan penyakit itu sebelum menjadi permanen.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Awak Shenzhou-16 bersiap lakukan aktivitas di luar wahana antariksa
Indonesia
•
22 Jul 2023

Arab Saudi buka pendaftaran kompetisi teknologi layanan haji dan umroh
Indonesia
•
25 Feb 2022

Facebook, WhatsApp, Instagram padam seluruh dunia
Indonesia
•
05 Oct 2021

Penelitian: Kaki bercuping belalang anggrek berfungsi untuk meluncur
Indonesia
•
02 Dec 2023


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
