Boeing Starliner akan kembali ke Bumi tanpa awak pekan depan

Foto yang diunggah pada 29 Agustus 2024 ini menunjukkan pesawat luar angkasa Boeing Starliner melakukan penambatan (docking) ke porta depan modul Harmony di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS). (Sumber: NASA)
Starliner milik Boeing dijadwalkan akan meninggalkan Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) dan kembali ke Bumi pekan depan tanpa membawa astronaut.
Los Angeles, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Starliner milik Boeing dijadwalkan akan meninggalkan Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) dan kembali ke Bumi pekan depan tanpa membawa astronaut, demikian diumumkan NASA pada Jumat (30/8).Pesawat luar angkasa nirawak itu dijadwalkan akan secara otonomos melepaskan tambatan (undock) dari ISS pada Jumat (6/9) pekan depan sekitar pukul 18.04 Eastern Time, atau Sabtu (7/9) pukul 05.04 WIB, untuk memulai perjalanan pulang ke Bumi.NASA dan Boeing menargetkan Starliner akan melakukan pendaratan di White Sands Space Harbor, New Mexico, pada Sabtu pekan depan pukul 00.03 Eastern Time (pukul 11.03 WIB), yang menandai berakhirnya uji coba penerbangan tersebut.Astronaut NASA, Butch Wilmore dan Suni Williams, meluncur ke luar angkasa dengan pesawat Boeing Starliner pada 5 Juni lalu untuk penerbangan berawak pertamanya, dan tiba di ISS pada 6 Juni.Ketika Starliner mendekati laboratorium yang sedang mengorbit tersebut, NASA dan Boeing mengidentifikasi adanya kebocoran helium dan masalah pada pendorong kendali reaksi pesawat ruang angkasa itu.Demi keselamatan para astronaut, NASA pada pekan lalu mengumumkan bahwa Starliner akan kembali ke Bumi dari ISS tanpa kru. Wilmore dan Williams akan tetap berada di ISS dan kembali ke Bumi pada Februari 2025 menggunakan pesawat ruang angkasa SpaceX Dragon bersama dua kru lainnya yang ditugaskan dalam misi SpaceX Crew-9 NASA.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Perusahaan China dan luar negeri tingkatkan kerja sama untuk kurangi emisi karbon
Indonesia
•
09 Sep 2023

Metode genetik baru permudah pembedaan jenis kelamin nyamuk, tingkatkan pengendalian penyakit
Indonesia
•
19 Dec 2025

Pengobatan rapamycin bantu hasilkan kehamilan yang sukses dan kelahiran hidup
Indonesia
•
16 Nov 2025

Roket komersial China CERES-1 Y9 kirim satelit baru ke orbit senja
Indonesia
•
05 Dec 2023
Berita Terbaru

Pola makan vegan dan vegetarian mman bagi pertumbuhan bayi
Indonesia
•
10 Feb 2026

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026

Satelit BeiDou sediakan layanan komunikasi darurat tanpa cakupan seluler
Indonesia
•
07 Feb 2026
