
Sri Lanka resmi terbebas dari gagal bayar nasional

Foto yang diabadikan pada 30 Oktober 2024 menunjukkan pemandangan Kolombo, Sri Lanka. (Xinhua/Gayan Sameera)
Sri Lanka resmi terbebas dari gagal bayar nasional, menyusul keputusan Fitch Ratings untuk menaikkan peringkat Sri Lanka menjadi ‘CCC+’.
Kolombo, Sri Lanka (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Keuangan Sri Lanka Mahinda Siriwardana pada Sabtu (21/12) mengatakan bahwa negaranya resmi terbebas dari gagal bayar nasional.Siriwardana mengatakan dalam sebuah unggahan di platform X bahwa tidak ada ruang untuk mengulangi kesalahan kebijakan masa lalu yang didorong oleh ideologi yang kaku, keyakinan dogmatis, atau narasi yang menyesatkan, yang sering kali menghasilkan kebijakan tak berkelanjutan dan tidak realistis.Dengan stabilitas ekonomi yang kini tercapai, Siriwardana menekankan perlunya berfokus pada langkah-langkah yang mendorong pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.Dia mengatakan upaya-upaya ini sangat penting untuk menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan pendapatan guna membantu membangun kembali kehidupan semua warga Sri Lanka.Pernyataan Siriwardana ini disampaikan menyusul keputusan Fitch Ratings untuk menaikkan peringkat Sri Lanka menjadi "CCC+", menyoroti pencapaian ini sebagai hasil dari sebuah perjalanan panjang dan penuh tantangan yang melibatkan reformasi yang menyiksa dan proses restrukturisasi utang yang sangat kompleks.‘CCC+’ menunjukkan risiko gagal bayar yang sedikit lebih rendah daripada peringkat CCC, tetapi masih mengandung risiko kredit yang tinggi.Fitch Ratings mengumumkan peningkatan Peringkat Gagal Bayar Penerbit Mata Uang Asing Jangka Panjang (Long-Term Foreign-Currency Issuer Default Rating) Sri Lanka dari Gagal Bayar Terbatas (Restricted Default) menjadi CCC+ pada Jumat (20/12), seraya menyebut keberhasilan restrukturisasi obligasi negara internasional dan peningkatan indikator makroekonomi sebagai faktor utama.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Bisto ingatkan untuk selalu ucapkan 'Bismillah' agar air yang diminum selalu ‘thoyyib’
Indonesia
•
14 Jan 2024

COVID-19 - Hampir 95 persen UMKM alami penurunan penjualan
Indonesia
•
02 Jul 2020

Area tumbuh kopi dan alpukat Indonesia diprediksi turun karena perubahan iklim
Indonesia
•
07 Feb 2022

Metan hidrat Indonesia lebih dari 850 triliun kaki kubik, jadi alternatif energi
Indonesia
•
10 Jun 2021


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
