
Sri Lanka akan tangani kapal Iran berdasarkan hukum internasional

Foto yang diabadikan pada 4 Maret 2026 ini menunjukkan rumah sakit yang menerima para awak yang terluka di kapal fregat Iran IRIS Dena di Galle, Sri Lanka. (Xinhua/Ajith Perera)
Sri Lanka telah mengambil alih operasi terkait kapal Iran IRIS Bushehr yang turut ambil bagian dalam International Fleet Review 2026, latihan maritim kerja sama yang digelar di India bersama IRIS Dena, yang tenggelam di lepas pantai selatan pulau tersebut setelah serangan kapal selam Amerika Serikat.
Kolombo, Sri Lanka (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake pada Kamis (5/3) mengatakan pemerintah negaranya telah mengambil alih operasi terkait kapal Iran IRIS Bushehr dan awaknya berdasarkan konvensi internasional sebagai negara netral, sementara pihak otoritas berupaya membawa awak kapal ke darat dan memindahkan kapal tersebut dari pelabuhan komersial utama negara itu.
IRIS Bushehr merupakan kapal angkatan laut Iran yang turut ambil bagian dalam International Fleet Review 2026, latihan maritim kerja sama yang digelar di India bersama IRIS Dena, yang tenggelam di lepas pantai selatan pulau tersebut setelah serangan kapal selam Amerika Serikat (AS) pada Rabu (4/3).
Dissanayake dalam konferensi pers mengatakan IRIS Bushehr melapor ke Kementerian Luar Negeri Sri Lanka pada Rabu dan meminta izin untuk memasuki pelabuhan di negara itu.
Dia mengatakan Sri Lanka, yang sangat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, menangani situasi tersebut sesuai dengan kewajiban internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hukum Laut.
Menyebutnya sebagai situasi tidak biasa lantaran kapal itu milik pihak yang terlibat dalam konflik yang sedang berlangsung, sang presiden mengatakan para pejabat melakukan diskusi berkelanjutan dengan kapten kapal, awak kapal, serta Kedutaan Besar Iran, dan memutuskan untuk menempatkan kapal beserta personel di dalamnya di bawah perlindungan Sri Lanka sesuai prosedur yang disepakati.
Dia mengatakan pemerintah memutuskan untuk tidak membawa kapal tersebut ke Pelabuhan Kolombo karena sensitivitas komersial. Sebagai gantinya, Sri Lanka akan memindahkan awak kapal ke Kolombo menggunakan kapal angkatan laut, kemudian memindahkan kapal tersebut ke area Pelabuhan Trincomalee di bagian timur negara itu.
Dissanayake mengatakan bahwa personel yang akan dibawa ke darat meliputi 53 perwira, 84 perwira kadet, 48 pelaut senior, dan 21 pelaut. Mereka akan ditempatkan di Kamp Angkatan Laut Welisara di Provinsi Barat, Sri Lanka, setelah menjalani pemeriksaan medis dan pendaftaran.
Setelah evakuasi, tim esensial gabungan yang terdiri dari personel angkatan laut Sri Lanka dan 42 anggota awak kapal akan mengarahkan kapal ke area Trincomalee, imbuhnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China dan negara-negara anggota Teluk sepakat perkuat kemitraan strategis
Indonesia
•
11 Dec 2022

Panglima militer Israel sebut pasukannya berada dalam "level siaga tertinggi"
Indonesia
•
21 May 2026

China desak komunitas internasional dukung aspirasi kemerdekaan Palestina
Indonesia
•
19 Apr 2024

Trump akan dukung serangan Israel jika pembicaraan AS-Iran gagal
Indonesia
•
16 Feb 2026


Berita Terbaru

Krisis Afrika Timur memburuk, 40,5 juta orang kini terancam kelaparan
Indonesia
•
16 Jul 2026

Serangan AS ke Iran tewaskan 35 orang, ratusan lainnya terluka
Indonesia
•
16 Jul 2026

Alarm flu burung H5N1 di Selandia Baru, virus diperkirakan jadi endemik dalam hitungan bulan
Indonesia
•
16 Jul 2026

AS setujui penjualan senjata Rp35,4 Ttriliun kepada Arab Saudi di tengah memanasnya Timur Tengah
Indonesia
•
16 Jul 2026
