
Peneliti China temukan spesies baru gurita dumbo

Dumbo, salah satu karakter utama Disney, terlihat di pintu masuk pameran Arsip Walt Disney di Museum Bowers di Santa Ana, Amerika Serikat, pada 7 Maret 2020. (Xinhua/Li Ying)
Spesies baru gurita laut dalam, Grimpoteuthis feitiana, di temukan di Gunung Laut Caroline di Samudra Pasifik Barat pada kedalaman lebih dari 1.200 meter. Dengan panjang sekitar 20 sentimeter, tubuhnya berwarna oranye-merah transparan dan bertekstur lembut seperti jeli.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sejumlah peneliti kelautan China telah menemukan spesies baru gurita laut dalam, yang mereka beri nama Grimpoteuthis feitiana. Spesies ini termasuk dalam famili gurita Dumbo, dinamai demikian karena kemiripannya dengan karakter gajah dalam kartun populer, ‘Dumbo’.Gurita Dumbo berenang dengan cara mengepakkan sirip besarnya yang mirip telinga, menyerupai cara terbang tokoh kartun Dumbo.Para peneliti dari Institut Oseanologi di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) menemukan spesies baru ini di Gunung Laut Caroline di Samudra Pasifik Barat pada kedalaman lebih dari 1.200 meter. Dengan panjang sekitar 20 sentimeter, tubuhnya berwarna oranye-merah transparan dan bertekstur lembut seperti jeli.Para peneliti mengamati bahwa saat berenang, gurita tersebut dengan anggun mengerut dan mengembangkan membran di antara lengannya sambil mengepakkan sirip-siripnya yang menyerupai telinga. Terinspirasi oleh ‘Feitian’, bidadari terbang yang digambarkan dalam mural Dunhuang di China, mereka menamai gurita ini feitiana.Mereka juga menganalisis hubungan filogenetik di antara spesies gurita. Hasilnya menunjukkan bahwa gurita laut dalam dapat mengurangi kebutuhan metabolismenya dengan meminimalkan aktivitas berenang dan memperlambat laju pergerakan. Adaptasi ini membantu sistem transpor elektron pada mitokondria mereka tetap berfungsi dengan baik, sehingga memungkinkan gurita tersebut untuk berkembang biak di lingkungan laut dalam yang ekstrem.Rincian penemuan ini baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal Organisms Diversity & Evolution.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap kemajuan signifikan dalam pembangunan penghalang keamanan ekologis di Xizang, China
Indonesia
•
29 Jul 2024

Emisi metana TPA sampah global kini dapat diukur dengan satelit
Indonesia
•
02 Aug 2025

Beijing tingkatkan upaya di bidang kedirgantaraan komersial
Indonesia
•
06 Feb 2024

AS luncurkan misi baru untuk pelajari bulan Planet Jupiter, Europa
Indonesia
•
15 Oct 2024


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
