China luncurkan spektrum dan basis data untuk sayap pesawat

Foto menunjukkan suasana upacara penyerahan pesawat penumpang berukuran besar C919 buatan China di pusat manufaktur Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC) di Shanghai, China timur, pada 28 Agustus 2024. (Xinhua/Fang Zhe)
Spektrum tipe sayap pesawat penting untuk meningkatkan kemampuan inovasi independen desain aerodinamis di sektor penerbangan, dan mendukung pengembangan berkelanjutan peralatan kedirgantaraan canggih.
Xi'an, China (Xinhua/Indonesia Window) – China telah meluncurkan spektrum tipe sayap pesawat pertamanya di Xi'an, Provinsi Shaanxi, China barat laut.Desain sayap pesawat ini merupakan fondasi bagi industri penerbangan dan juga teknologi utama untuk mendukung inovasi independen teknologi penerbangan China, kata Tang Changhong, akademisi dari Akademi Teknik China.
Pesawat C919 disambut dengan water salute saat tiba di Bandar Udara Internasional Gonggar Lhasa di Lhasa, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 19 September 2024. Pesawat jet penumpang buatan China C919, yang dikembangkan oleh Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC), menyelesaikan penerbangan dari Provinsi Sichuan di China barat daya menuju daerah tetangganya, Daerah Otonom Xizang, pada Kamis (19/9), yang menandai pendaratan pertama pesawat tersebut di Xizang. (Xinhua)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Stasiun luar angkasa China dan sistem operasi Harmony masuk daftar pencapaian teknik terbaik 2023
Indonesia
•
22 Dec 2023

COVID-19 – Lebih 1.400 relawan dapat suntikan pertama EpiVacCorona Rusia
Indonesia
•
15 Dec 2020

Ilmuwan Saudi temukan jejak kaki manusia berusia 120.000 tahun
Indonesia
•
17 Sep 2020

Tim peneliti China kembangkan teknologi AI untuk bantu interpretasikan perilaku sosial hewan
Indonesia
•
14 Jan 2024
Berita Terbaru

Pola makan vegan dan vegetarian mman bagi pertumbuhan bayi
Indonesia
•
10 Feb 2026

Hidrogen dan manufaktur hijau, kunci penting transisi energi rendah karbon
Indonesia
•
10 Feb 2026

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026
