
Sosok – Santri Makassar temukan celah keamanan NASA, University of Melbourne

Muhammad Al Hindawi, santri kelas 12 Pondok Pesantren Al Imam Ashim, Makassar. (Kementerian Agama RI)
Sebelum menemukan celah keamanan pada sistem NASA dan University of Melbourne, Al Hindawi pernah menemukan kerentanan pada sistem Pondok Pesantren Al Imam Ashim, tempatnya menimba ilmu.
Jakarta (Indonesia Window) – Muhammad Al Hindawi, santri kelas 12 Pondok Pesantren Al Imam Ashim, Makassar, berhasil menemukan dan melaporkan celah keamanan pada sistem NASA (the National Aeronautics and Space Administration) dan University of Melbourne.
Hal tersebut menunjukan bahwa santri tidak hanya faham soal agama, ungkap Kementerian Agama RI dalam situs jejaringnya yang dikutip Indonesia Window pada Kamid (17/9).
Celah keamanan yang ditemukan berupa kerentanan kritis (critical vulnerability) jenis SQL Injection. Temuan tersebut dilaporkan melalui program resmi Vulnerability Disclosure Program (VDP) pada platform Bugcrowd dan telah mendapat validasi dari tim keamanan masing-masing institusi.
Hingga saat ini, Al Hindawi tercatat telah menemukan dua celah keamanan kritis pada sistem NASA dan satu celah keamanan kritis pada University of Melbourne.
Atas temuannya, dia menerima Letter of Recognition (LOR) dari NASA serta konfirmasi validasi dari tim Cyber Operations University of Melbourne.
Al Hindawi yang mulai mempelajari cybersecurity secara otodidak sekitar empat hingga lima bulan terakhir itu memanfaatkan berbagai tutorial di YouTube dan mempelajari laporan riset keamanan siber yang dipublikasikan peneliti lain melalui platform Bugcrowd.
“Saat melakukan pemetaan (recon), awal mulanya saya menggunakan Subfinder untuk mengumpulkan subdomain, lalu mengecek status response code-nya menggunakan httpx. Dari sana, baru saya cari sistem yang rentan terkena SQL injection,” ujar Al Hindawi, Selasa (15/9/2026).
Dalam proses tersebut, dia terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap sistem yang menjadi target pengujian. Temuan kerentanan kemudian dilaporkan melalui mekanisme resmi yang disediakan masing-masing institusi.
Sebelum menemukan celah keamanan pada sistem NASA dan University of Melbourne, Al Hindawi juga pernah menemukan kerentanan pada sistem Pondok Pesantren Al Imam Ashim, tempatnya menimba ilmu.
Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Imam Ashim memiliki beberapa lokasi kampus di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
Bagi Al Hindawi, temuan tersebut menjadi bagian dari proses belajar yang baru dimulainya beberapa bulan lalu. Dia masih duduk di kelas 12 dan terus mengembangkan kemampuan cybersecurity secara otodidak.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Opini – Indonesia targetkan pengurangan emisi karbon hingga 29 persen pada 2030
Indonesia
•
11 Jan 2024

Pemerintah lelang tiga WK migas dengan total cadangan 2,2 miliar BOE
Indonesia
•
20 May 2025

COVID-19 – Vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun dimulai 14 Desember
Indonesia
•
13 Dec 2021

Indonesia berikan kendaraan medis bagi Palestina
Indonesia
•
20 Nov 2019


Berita Terbaru

Kemnaker bekali penyandang disabilitas keterampilan membuat jus sehat
Indonesia
•
18 Sep 2026

Pemerintah tetapkan 18 hari libur nasional, 8 hari cuti bersama 2027
Indonesia
•
15 Sep 2026

Kemnaker, BAZNAS perluas akses kerja inklusif bagi mustahik, penyandang disabilitas
Indonesia
•
15 Sep 2026

Pendaftaran beasiswa zakat Indonesia diperpanjang hingga 21 September
Indonesia
•
15 Sep 2026
