
Lukisan batu ditemukan di Qinghai, China barat laut

Foto yang diabadikan pada 26 Juni 2023 ini menunjukkan sebuah lukisan batu yang ditemukan di cekungan Sungai Tongtian di area hulu Sungai Yangtze di Provinsi Qinghai, China barat laut. (Xinhua/Institut penelitian sejarah dan budaya Yushu)
Situs lukisan batu di cekungan Sungai Tongtian di area hulu Sungai Yangtze di Provinsi Qinghai, China barat laut, kaya dengan gambar, termasuk figur manusia, hewan seperti yak, rusa, serigala, harimau, macan tutul, domba, anjing, kuda dan unta, serta gambar kendaraan roda dua dan berbagai simbol lainnya.
Xining, China (Xinhua) – Tiga situs lukisan batu ditemukan di cekungan Sungai Tongtian di area hulu Sungai Yangtze di Provinsi Qinghai, China barat laut, demikian menurut institut penelitian sejarah dan budaya Yushu, yang berlokasi di Prefektur Otonom Etnis Tibet Yushu.Merupakan bagian aliran utama dari hulu Sungai Yangtze, Sungai Tongtian terletak di Prefektur Otonom Etnis Tibet Yushu. Sebanyak 59 lukisan batu ditemukan di area ini dan lukisan paling tua berusia hampir 3.200 tahun, kata Jamyang Nyima, kepala institut penelitian tersebut.Kali ini, total 36 lukisan batu ditemukan pada ketinggian di atas 3.800 meter. Gaya lukisan-lukisan ini nomadik di padang rumput sebelah utara."Sebagian besar lukisan batu yang ditemukan kali ini terdiri dari penggambaran sosok hewan dengan gaya sederhana. Satu lukisan penting yang menampilkan yak juga ditemukan, dan memiliki ukuran tinggi 18 sentimeter dan lebar 21 sentimeter. Yak digambarkan menghadap ke kanan, dengan tungkai depan dan pinggul belakang diwakili oleh motif paisley. Jenis lukisan batu seperti ini banyak tersebar di bagian tengah Sungai Tongtian," ujar Jamyang Nyima.Lukisan-lukisan batu di cekungan Sungai Tongtian kaya dengan gambar. Selain figur manusia, terdapat gambar hewan seperti yak, rusa, serigala, harimau, macan tutul, domba, anjing, kuda dan unta, serta gambar kendaraan roda dua dan berbagai simbol lainnya.Para pakar meyakini bahwa penemuan tersebut akan memberikan dasar penting untuk mempelajari budaya di area hulu Sungai Yangtze.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim peneliti temukan pohon tertinggi di lanskap karst China
Indonesia
•
19 Apr 2023

Sampel Chang'e-6 buktikan adanya ‘lautan magma’ pada tahap awal pembentukan Bulan
Indonesia
•
01 Mar 2025

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026

Ilmuwan China usulkan cara untuk capai produksi tanaman netral karbon
Indonesia
•
21 Feb 2023


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
