
China serukan kerja sama pastikan arus personel antarnegara aman dan lancar

Para penumpang dari China tiba di Bandar Udara Suvarnabhumi di Samut Prakan, Thailand, pada 9 Januari 2023. Thailand pada Senin (9/1/2023) menyambut kedatangan ribuan wisatawan China di ibu kota Bangkok, kelompok pertama wisatawan yang tiba pascaoptimalisasi strategi COVID-19 China yang mulai berlaku pada 8 Januari. Di Bandar Udara Suvarnabhumi, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Anutin Charnvirakul dan sejumlah pejabat senior lainnya menyambut 269 wisatawan da...
Situasi epidemi di China secara keseluruhan telah membaik, dengan eberapa provinsi dan kota telah melewati puncak COVID, sementara aktivitas produksi dan kehidupan kembali berjalan normal dengan cepat.
Beijing, China (Xinhua) – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China pada Senin (9/1) menyampaikan harapan agar semua pihak menjunjung tinggi prinsip-prinsip ilmiah dan bekerja sama untuk memastikan arus personel antarnegara yang aman dan lancar.Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara Kemenlu China Wang Wenbin dalam konferensi pers rutin.Sejak COVID-19 mulai merebak, China selalu memprioritaskan rakyat dan nyawa mereka, sebut Wang. Dia mengatakan bahwa Omicron jauh lebih tidak patogenik dan mematikan, dan China telah meningkatkan kapasitasnya dalam hal perawatan medis, deteksi patogen, dan vaksinasi. China telah mengambil inisiatif untuk menyempurnakan kebijakan respons COVID dengan mempertimbangkan situasi pandemik saat ini.Saat ini, dengan fokus pada kesehatan dan pencegahan kasus parah, sejumlah departemen terkait di China mengerahkan segala upaya untuk mengalokasikan sumber daya medis, menjamin produksi obat, pasokan, dan cakupan vaksinasi, serta melindungi kelompok-kelompok utama seperti warga lanjut usia, wanita hamil, dan anak-anak, guna mengurangi jumlah kasus parah dan kematian dengan segala cara yang memungkinkan, jelas Wang.Menurut juru bicara itu, situasi epidemi di China secara keseluruhan telah membaik. Beberapa provinsi dan kota telah melewati puncak COVID, sementara aktivitas produksi dan kehidupan kembali berjalan normal dengan cepat.China selalu berkomitmen untuk membagikan informasi tentang pemantauan mutasi virus dan kelompok yang terinfeksi kepada masyarakat internasional secara tepat waktu, terbuka, dan transparan. Selama tiga tahun terakhir, China telah melakukan lebih dari 60 pertukaran teknis dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), termasuk empat pertukaran dalam kurun waktu satu bulan belum lama ini, lanjutnya."Kami berharap semua pihak akan menjunjung tinggi prinsip-prinsip ilmiah dan bekerja sama untuk memastikan arus personel antarnegara yang aman dan lancar, sehingga dapat berkontribusi terhadap solidaritas internasional dalam perang melawan COVID-19 dan pemulihan ekonomi global," kata Wang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Delegasi China: Adaptasi perubahan iklim adalah tugas realistis dan mendesak
Indonesia
•
11 Nov 2022

Kecanduan gawai jadi penyebab lonjakan angka bunuh diri di kalangan remaja AS
Indonesia
•
18 Jul 2025

Gelombang panas tak berkesudahan terus melanda AS
Indonesia
•
21 Jul 2023

Media sebut kampus-kampus di AS bersiap hadapi kemungkinan kembalinya unjuk rasa antiperang
Indonesia
•
28 Aug 2024


Berita Terbaru

Forum pembaca volume kelima buku ‘Xi Jinping: Tata Kelola China’ edisi bahasa Inggris digelar di Kuala Lumpur
Indonesia
•
01 May 2026

Feature – ‘Becoming Chinese’ di Kunming, perjalanan menelusuri akar budaya seorang ‘blogger’ Tionghoa-Amerika
Indonesia
•
30 Apr 2026

Indonesia-China perkuat kerja sama pendidikan vokasi dalam Forum CITIEA 2026
Indonesia
•
28 Apr 2026

Volume kelima buku ‘Xi Jinping: Tata Kelola China’ edisi bahasa Inggris dipromosikan di Indonesia
Indonesia
•
28 Apr 2026
