
Putin-Erdogan gelar pembicaraan via telepon, bahas kerja sama energi dan situasi Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan.
Situasi di Ukraina menjadi salah satu isu yang dibahas melalui sambungan telepon oleh Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, menegaskan keterbukaan Rusia untuk dialog serius tentang Ukraina, asalkan otoritas Kiev mematuhi persyaratan yang sudah ada dan berulang kali disuarakan serta menghormati "realitas teritorial" baru.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Presiden Rusia Vladimir Putin membahas pengembangan kerja sama energi dan situasi di Ukraina dalam sebuah pembicaraan via sambungan telepon dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pada Kamis (5/1).Kedua pemimpin tersebut membahas "isu-isu perluasan lebih lanjut hubungan perdagangan dan ekonomi, terutama di sektor energi," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan.Kedua belah pihak menyebutkan prioritas pengimplementasian sejumlah proyek bersama yang signifikan secara strategis seperti pembuatan sebuah pusat gas regional di Turkiye dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Akkuyu, tambah pernyataan itu.Putin dan Erdogan juga bertukar pandangan tentang situasi di Ukraina. Putin memaparkan peran destruktif negara-negara Barat yang memasok senjata ke Kiev serta memberinya informasi tentang situasi di lapangan dan target-target potensial.Pemimpin Rusia tersebut juga menegaskan keterbukaan Rusia untuk dialog serius tentang Ukraina, asalkan otoritas Kiev mematuhi persyaratan yang sudah ada dan berulang kali disuarakan serta menghormati "realitas teritorial" baru, imbuh Kremlin.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Polisi Belanda tembaki demonstran
Indonesia
•
22 Nov 2021

Lebih dari 900 kasus suspek teridentifikasi dalam penanganan Ebola di RD Kongo
Indonesia
•
25 May 2026

Komisaris HAM PBB peringatkan potensi "mengerikan" serangan militer Israel ke Rafah
Indonesia
•
13 Feb 2024

Sekjen PBB kecam jatuhnya banyak korban sipil dalam operasi penyelamatan sandera Israel
Indonesia
•
11 Jun 2024


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
