
Sistem saluran air berusia 4.000 tahun ditemukan di China tengah

Diagram tak bertanggal ini menunjukkan saluran yang menghubungkan bangunan atau tungku individual di situs Wangchenggang di Dengfeng, Provinsi Henan, China tengah. (Xinhua/Institut Warisan Budaya dan Arkeologi Provinsi Henan)
Sistem saluran air artifisial yang berasal dari sekitar 4.000 tahun yang lalu telah ditemukan di Provinsi Henan, membuktikan tingkat tata ruang perkotaan dari Dinasti Xia (2070 SM-1600 SM), dinasti tertua yang dikenal di China.
Zhengzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sistem saluran air artifisial yang berasal dari sekitar 4.000 tahun yang lalu telah ditemukan di Provinsi Henan, China tengah. Penemuan itu memberikan bukti penting tentang kapasitas organisasi tingkat negara dan tata ruang perkotaan dari Dinasti Xia (2070 SM-1600 SM), dinasti tertua yang dikenal di China, demikian disampaikan oleh pihak otoritas setempat pada Kamis (9/4).
Penemuan di situs Wangchenggang di Dengfeng, Henan, ini diungkapkan dalam sebuah forum yang memamerkan temuan arkeologi terbaru di provinsi tersebut.
Dua parit artifisial baru dari awal Dinasti Xia telah diidentifikasi di situs tersebut, masing-masing memiliki lebar sekitar tiga meter dengan panjang yang telah dikonfirmasi lebih dari 120 meter. Membentang dari utara ke selatan, parit-parit tersebut terhubung ke sebuah selokan selebar sekitar 10 meter, membentuk sistem pasokan air, drainase, dan zonasi spasial yang lengkap, menurut Ma Long, seorang arkeolog setempat yang memimpin penggalian di lokasi tersebut.
"Kedua parit itu memiliki bentuk yang konsisten, menunjukkan tingkat perencanaan, desain, dan standar teknik yang tinggi," ungkap Ma. Dirinya menambahkan bahwa diperkirakan ribuan meter kubik tanah telah dipindahkan untuk membangunnya, sebuah tugas yang hanya dapat diselesaikan dengan tenaga kerja skala besar dan terorganisir dengan baik.
Selain parit dan selokan, ditemukan juga beberapa saluran kecil dengan lebar antara 0,3 dan satu meter. Saluran-saluran ini terhubung ke bangunan atau tungku pembakaran individual, memungkinkan drainase air hujan dan air limbah dengan cepat, sehingga menjaga lingkungan tempat tinggal tetap kering.
"Sistem saluran air artifisial yang besar dan terstruktur secara hierarkis seperti ini menunjukkan bahwa sejak Dinasti Xia, situs Wangchenggang memiliki kapasitas organisasi yang terpadu dan praktik teknik yang terstandardisasi," tutur Yang Wensheng, wakil direktur Institut Warisan Budaya dan Arkeologi Provinsi Henan, seraya menambahkan bahwa ini berfungsi sebagai bukti arkeologis penting untuk kematangan pembentukan negara pada masa awal.
Pekerjaan penggalian dan penelitian lebih lanjut saat ini sedang dilakukan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Echidna Paruh Panjang Attenborough ditemukan kembali di Papua
Indonesia
•
14 Nov 2023

Studi sebut fosil paus purba yang ditemukan di Peru mungkin hewan terberat sepanjang masa
Indonesia
•
04 Aug 2023

Feature – Ajang Maraton Robot di Beijing dorong ‘evolusi cepat’ robot humanoid
Indonesia
•
20 Apr 2026

Studi: Kebocoran nuklir Fukushima pengaruhi seluruh Samudra Pasifik selama 10 tahun
Indonesia
•
02 Dec 2021


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
