
Sekjen PBB peringatkan "tidak ada yang menang dalam perang dagang"

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres (kiri) berbicara dalam sebuah konferensi pers di markas besar PBB di New York pada 28 Februari 2025. (Xinhua/UN Photo/Manuel Elias)
Sistem perdagangan global memasuki fase kritis – mengancam pertumbuhan, investasi, dan kemajuan pembangunan, terutama bagi negara-negara yang ekonominya paling rentan, karena negara-negara ekonomi utama akan memberlakukan tarif baru yang mencakup banyak sektor.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan bahwa "tidak ada yang menang dalam perang dagang," seperti disampaikan juru bicara (jubir) sekjen PBB itu pada Jumat (4/4).Di tengah penolakan yang meluas, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (2/4) menandatangani perintah eksekutif tentang apa yang disebut sebagai "tarif timbal balik" atau "reciprocal tariff". Menurut perintah eksekutif itu, "tarif dasar minimum" sebesar 10 persen dan tarif yang lebih tinggi akan diberlakukan terhadap mitra-mitra dagang tertentu.Ketika ditanya mengenai komentar Guterres terkait kebijakan tarif terbaru dari Gedung Putih, Stephane Dujarric, jubir sekjen PBB itu, mengatakan bahwa "dalam perang dagang, tidak ada yang menang.""Kekhawatiran kami saat ini adalah pada negara-negara yang paling rentan yang paling tidak siap menghadapi situasi saat ini," ujar jubir tersebut.Dia mencatat bahwa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB akan terdampak "secara negatif" oleh perang dagang global.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjukkan sebuah perintah eksekutif tentang "tarif resiprokal" di Rose Garden, Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 2 April 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

UMKM ‘onboarding’ di platform ‘e-commerce’ 13,8 juta selama pandemik
Indonesia
•
07 Aug 2021

China catat ledakan perjalanan selama masa libur Hari Buruh
Indonesia
•
04 May 2023

Proyek ‘Belt and Road Initiative’ beri manfaat bagi pembangunan ekonomi ASEAN
Indonesia
•
12 Nov 2022

Realisasi investasi asal China di Indonesia naik 22 persen pada Q1 2026
Indonesia
•
25 Apr 2026


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
