
Megafactory Tesla di Shanghai kirim 2.000 lebih unit baterai megapack pada 2025

Foto menunjukkan 'megafactory' milik produsen mobil Amerika Serikat, Tesla, di Shanghai, China timur, pada 8 Februari 2025. (Xinhua/Fang Zhe)
Produsen mobil Amerika Serikat, Tesla, memproduksi lebih dari 2.000 sistem baterai penyimpanan energi Megapack komersial pada 2025 di Shanghai Megafactory, fasilitas yang khusus untuk memproduksi baterai penyimpanan energi.
Shanghai, China (Xinhua/Indonesia Window) – Produsen mobil Amerika Serikat, Tesla, memproduksi lebih dari 2.000 sistem baterai penyimpanan energi Megapack komersial pada 2025 di Shanghai Megafactory, fasilitas yang khusus untuk memproduksi baterai penyimpanan energi.
Menurut perusahaan tersebut, sebagian besar baterai berkapasitas besar itu diproduksi untuk ekspor, dengan pengiriman mencapai berbagai pasar dunia termasuk Eropa dan Australia.
Terletak di Kawasan Khusus Lin-gang di Zona Perdagangan Bebas Percontohan (Shanghai) China, fasilitas ini resmi memulai produksi pada Februari 2025.
Megafactory tersebut merupakan fasilitas utama kedua Tesla di Shanghai, sekaligus yang pertama dibangun di luar Amerika Serikat, yang menunjukkan semakin besarnya investasi perusahaan itu di China.
Sebelumnya, Tesla membangun Shanghai Gigafactory, pabrik pertama perusahaan tersebut di pusat keuangan China timur itu, pada 2019.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Komunitas bisnis Inggris incar hubungan perdagangan lebih kuat dengan China
Indonesia
•
12 Feb 2023

Maskapai China luncurkan layanan penerbangan langsung reguler ke Arab Saudi
Indonesia
•
18 Apr 2024

Peneliti DIW sebut Jerman telah berada dalam resesi
Indonesia
•
29 Sep 2022

Investasi minerba 271 juta dolar AS pada 2020
Indonesia
•
13 Mar 2020


Berita Terbaru

Indonesia jajaki investasi China di sektor energi surya hingga kendaraan roda dua
Indonesia
•
14 Apr 2026

Jumlah EV di Belanda melonjak di tengah kenaikan harga energi
Indonesia
•
11 Apr 2026

Kerja sama keuangan perkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian eksternal
Indonesia
•
11 Apr 2026

Kolombia akan jatuhkan tarif 100 persen ke Ekuador, langkah balasan di tengah ketegangan
Indonesia
•
11 Apr 2026
