
Peneliti AS kembangkan sistem AI baru untuk bantu orang yang kesulitan bicara

Foto yang diabadikan pada 8 Juli 2021 ini menunjukkan sebuah proyeksi holografik 3D dalam Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia 2021 di Shanghai, China timur. (Xinhua/Hu Zhixuan)
Sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) baru yang dikembangkan oleh para peneliti di University of Texas di Austin dapat membantu orang-orang yang memiliki kesadaran mental namun tidak dapat berbicara secara fisik, seperti mereka yang lemah akibat stroke.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Para peneliti Amerika Serikat (AS) mengembangkan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) baru yang dapat membantu orang-orang yang memiliki kesadaran mental namun tidak dapat berbicara secara fisik, seperti mereka yang lemah akibat stroke.Sistem yang disebut dekoder semantik itu dapat menerjemahkan aktivitas otak seseorang, sembari mendengarkan cerita atau diam-diam membayangkan penuturan cerita, menjadi aliran teks yang berkelanjutan, menurut studi yang diterbitkan pada Senin (1/5) di jurnal Nature Neuroscience.Tidak seperti sistem decoding bahasa lain yang sedang dikembangkan, sistem ini tidak memerlukan subjek untuk memiliki implan bedah, menjadikan prosesnya tidak invasif.Dalam dekoder yang baru dikembangkan ini, rekonstruksi ucapan bukan kata per kata, tetapi dapat memulihkan "inti" dari apa yang didengar pengguna, menurut studi tersebut.Sistem ini dikembangkan oleh para peneliti di University of Texas di Austin (UT Austin)."Untuk metode noninvasif, ini merupakan lompatan besar yang nyata dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan sebelumnya, yang biasanya berupa kata tunggal atau kalimat pendek," papar Alex Huth, asisten profesor ilmu saraf dan ilmu komputer di UT Austin. "Kami mendapatkan model untuk memecahkan kode bahasa berkelanjutan untuk waktu yang lama dengan ide-ide rumit."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Teleskop antariksa SPHEREx milik NASA mulai pemetaan seluruh langit
Indonesia
•
03 May 2025

China terima data dari satelit pemantauan ekosistem yang baru diluncurkan
Indonesia
•
08 Aug 2022

Tim astronaut misi Shenzhou-15 China akan kembali ke Bumi pada Juni
Indonesia
•
14 Mar 2023

Ilmuwan ungkap mekanisme bertahan hidup di Palung Mariana, tempat terdalam di lautan Bumi
Indonesia
•
09 Mar 2025


Berita Terbaru

Luas es laut musim dingin Arktik makin mengecil
Indonesia
•
27 Mar 2026

Brasil kenalkan jet tempur supersonik F-39E Gripen pertama yang diproduksi di dalam negeri
Indonesia
•
27 Mar 2026

Tim peneliti China kembangkan fotovoltaik film tipis berefisiensi tinggi untuk energi luar angkasa
Indonesia
•
27 Mar 2026

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026
