
Sistem AI dapat menilai manusia dan punya semacam "kepercayaan"

Ilustrasi. (Igor Omilaev on Unsplash)
AI cenderung lebih menyukai orang yang tampak kompeten, jujur, dan bermaksud baik, yang menunjukkan bahwa AI menangkap beberapa elemen dasar dari "kepercayaan manusia".
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Para peneliti Israel (di wilayah Palestina yang diduduki) menemukan bahwa sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) modern dapat menilai manusia dan membentuk semacam "kepercayaan", meski dengan cara yang berbeda dari manusia, demikian disampaikan Universitas Ibrani Yerusalem dalam sebuah pernyataan pada Selasa (14/4).
Dalam sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam Proceedings of the Royal Society A, tim itu meneliti bagaimana AI mengevaluasi individu dalam konteks seperti pemberian pinjaman, perekrutan, dan pemberian rekomendasi.
Para peneliti menganalisis lebih dari 43.000 keputusan simulasi dan membandingkannya dengan tanggapan dari sekitar 1.000 partisipan manusia.
Mereka menemukan bahwa baik manusia maupun AI cenderung lebih menyukai orang yang tampak kompeten, jujur, dan bermaksud baik, yang menunjukkan bahwa AI menangkap beberapa elemen dasar dari "kepercayaan manusia".
Namun, ditemukan sejumlah perbedaan penting. Manusia biasanya membentuk kesan secara keseluruhan berdasarkan gabungan berbagai sifat, sementara sistem AI memecah penilaian menjadi faktor-faktor terpisah, seperti kompetensi atau integritas, dan memberi skor secara lebih kaku, kata para peneliti.
Studi tersebut juga menemukan bahwa AI dapat menunjukkan bias yang konsisten, terkadang lebih kuat daripada bias manusia, berdasarkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, atau agama, bahkan ketika semua detail lainnya sama.
Para peneliti mengatakan bahwa temuan ini menyoroti perlunya pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana AI mengambil keputusan, mengingat sistem-sistem ini semakin memengaruhi bidang perekrutan, keuangan, dan layanan kesehatan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Keanekaragaman hayati di Danau Taihu China terus alami peningkatan
Indonesia
•
14 Dec 2023

Ilmuwan China temukan gen baru di balik penyakit darah langka
Indonesia
•
31 Aug 2022

Tim peneliti Indonesia buat baterai LFP dari limbah industri besi dan baja
Indonesia
•
20 Apr 2026

Penelitian: Lebah madu berasal dari Afrika, berevolusi di Asia
Indonesia
•
04 Dec 2021


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
