
Sindrom kardiovaskular-ginjal-metabolik ‘hantui’ Amerika Serikat

Para peserta berkompetisi dalam ajang Los Angeles Marathon 2025 di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 16 Maret 2025. (Xinhua/Qiu Chen)
Sindrom kardiovaskular-ginjal-metabolik dapat dipulihkan bagi sebagian besar orang melalui pola makan yang lebih sehat, lebih banyak aktivitas fisik, dan perawatan medis yang tepat.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Sekitar sembilan dari 10 orang dewasa Amerika Serikat (AS) belum pernah mendengar tentang sindrom kardiovaskular-ginjal-metabolik (cardiovascular-kidney-metabolic/CKM), sebuah kondisi kesehatan yang baru saja didefinisikan dan memengaruhi hampir 90 persen orang dewasa di AS. Demikian dilaporkan media setempat pada Senin (20/10), dengan mengutip sebuah survei terbaru dari American Heart Association (AHA).Hampir 90 persen orang dewasa di AS memiliki sedikitnya satu faktor risiko untuk sindrom CKM, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol abnormal, gula darah tinggi, kelebihan berat badan, dan penurunan fungsi ginjal, kata AHA dalam sebuah rilis berita.Kombinasi dari faktor-faktor risiko ini meningkatkan kemungkinan serangan jantung, stroke, dan gagal jantung yang lebih besar daripada satu faktor saja, menurut rilis berita tersebut.Menurut AHA, sindrom CKM dapat dipulihkan bagi sebagian besar orang melalui pola makan yang lebih sehat, lebih banyak aktivitas fisik, dan perawatan medis yang tepat.Survei itu dilakukan secara daring pada Agustus oleh The Harris Poll atas nama AHA terhadap 4.007 orang dewasa di AS.Hanya 12 persen responden yang mengatakan bahwa mereka pernah mendengar tentang kesehatan CKM atau sindrom CKM. Sementara itu, 79 persen setuju bahwa penting untuk mempelajari lebih lanjut tentang kondisi tersebut, dan 72 persen mengatakan bahwa mereka tertarik melakukannya.Survei itu juga menemukan bahwa 68 persen orang dewasa di AS secara keliru meyakini bahwa cara terbaik untuk menangani kondisi-kondisi terkait adalah dengan satu per satu, atau tidak yakin tentang pendekatan terbaik."Jantung, ginjal, dan sistem metabolisme saling terhubung dan, dengan demikian, harus ditangani secara terkoordinasi," kata Eduardo Sanchez, kepala petugas medis AHA untuk pencegahan. "Hasil penelitian ini mengungkapkan perlunya menekankan hubungan-hubungan tersebut dan membantu pasien memahami pentingnya perawatan kolaboratif."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Konsumsi makanan dari luar rumah sebabkan 50 persen alergi makanan
Indonesia
•
28 May 2022

2022 jadi tahun terpanas di Italia sejak 1800
Indonesia
•
28 Dec 2022

Amazon dikabarkan mulai proses PHK
Indonesia
•
17 Nov 2022

Peternak lebah di Irak bertekad lestarikan profesinya kendati hadapi berbagai tantangan
Indonesia
•
08 Aug 2023


Berita Terbaru

Surat dari Timur Tengah: Tanah Air dirampas, Tatreez menjaga ingatan Palestina tetap hidup
Indonesia
•
08 Sep 2026

2.500 lebih personel penyelamat dikerahkan ke pelabuhan Gyirong yang dilanda tanah longsor di Xizang China
Indonesia
•
07 Sep 2026

China perkuat respons bencana Nepal dengan data satelit dan bantuan kemanusiaan
Indonesia
•
06 Sep 2026

Dari pertukaran berita hingga jurnalis, Forum Shenzhen dorong kolaborasi media
Indonesia
•
06 Sep 2026
