
Italia berpotensi kehilangan seperlima pantai akibat kenaikan permukaan air laut pada 2050

Seorang pria menyejukkan diri di sebuah air mancur di Piazza del Campo, Siena, Italia, pada 2 Juli 2025. (Xinhua/Alberto Lingria)
Garis pantai Italia yang sangat terurbanisasi, dengan sekitar 10 persennya tertutup oleh infrastruktur permanen, kini menjadi semakin rapuh.
Roma, Italia (Xinhua/Indonesia Window) – Sekitar seperlima pantai di Italia berpotensi tenggelam pada 2050 akibat kenaikan permukaan air laut yang disebabkan oleh pemanasan global, demikian menurut sebuah laporan yang dirilis pada Selasa (28/10) oleh Italian Geographic Society.Studi itu, yang bertajuk ‘Lanskap yang Tenggelam’ (Sunken Landscapes), memberikan penilaian menyeluruh tentang bagaimana pemanasan global dan faktor-faktor iklim terkait diperkirakan akan mengubah garis pantai Italia. Studi tersebut dipresentasikan dalam sebuah konferensi di Roma.Garis pantai Italia membentang sekitar 8.300 kilometer, meliputi garis pantai alami, muara sungai, pelabuhan, dan struktur buatan. Laporan tersebut memperingatkan bahwa setidaknya 20 persen dari bentangan itu berisiko tenggelam pada pertengahan abad ini akibat kenaikan permukaan air laut, erosi pantai, dan banjir. Dalam skenario terburuk, jika tidak ada langkah-langkah mitigasi yang efektif, diperkirakan hingga 40 persen pantai Italia kemungkinan tenggelam pada 2100.Para peneliti mengidentifikasi beberapa zona berisiko tinggi, termasuk pesisir Adriatik, tempat sejumlah destinasi populer seperti Semenanjung Gargano di Apulia, dan sebagian besar area pesisir Tyrrhenian di Tuscany, Lazio, dan Campania. Kawasan pesisir di dekat Cagliari dan Oristano di Sardinia juga dianggap sangat rentan.Daerah amfibi seperti Delta Sungai Po di Italia utara dan Laguna Venesia menghadapi ancaman terbesar, bersama dengan banyak pelabuhan, bandar udara, dan area pertanian yang berada di dekat laut.Laporan tersebut menekankan bahwa garis pantai Italia yang sangat terurbanisasi, dengan sekitar 10 persennya tertutup oleh infrastruktur permanen, kini menjadi semakin rapuh. "Pantai Italia telah mengalami transformasi yang sangat besar, berubah menjadi lanskap yang rentan dengan implikasi lingkungan dan sosial yang serius," ungkap laporan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Techno Park Tasikmalaya dekatkan iptek kepada masyarakat
Indonesia
•
16 Nov 2019

Janji dunia jaga suhu bumi 1,5 derajat Celsius pupus
Indonesia
•
14 Nov 2021

Penelitian sebut gletser Arktik kehilangan "memori" sejarah iklim akibat pemanasan global
Indonesia
•
15 Feb 2024

BYD rilis teknologi DM hybrid generasi ke-5 dengan jangkauan mengemudi hingga 2.100 km
Indonesia
•
01 Jun 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
