Setelah hampir 10 tahun, Boeing 737 MAX-7 akhirnya lolos sertifikasi FAA

Foto yang diabadikan pada 13 Maret 2019 ini menunjukkan logo Boeing di markasnya di pusat kota Chicago, Amerika Serikat. (Xinhua/Joel Lerner)

San Francisco, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Administrasi Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration/FAA) Amerika Serikat (AS) pada Senin (3/8) meloloskan sertifikasi Boeing 737 MAX-7 dan mengizinkan produksinya setelah hampir satu dekade melakukan peninjauan ekstensif.

FAA menyatakan pihaknya menerbitkan sertifikat tipe yang telah diubah, menegaskan bahwa MAX-7 memenuhi semua persyaratan desain dan keselamatan yang berlaku, serta memperbarui catatan batasan produksi, dan mengizinkan Boeing untuk memulai produksi pesawat tersebut.

Persetujuan itu diberikan setelah bertahun-tahun upaya untuk mengatasi masalah teknis yang rumit serta menyelesaikan tinjauan menyeluruh terhadap desain pesawat dan analisis keselamatan yang mendasarinya, menurut badan tersebut.

Selama proses sertifikasi, FAA melakukan atau meninjau secara langsung pekerjaan penting yang melibatkan kontrol penerbangan, penilaian keselamatan sistem, faktor manusia, peringatan awak penerbangan, dan bidang-bidang baru, kompleks, atau kritis terhadap keselamatan lainnya.

Sebelum memberikan persetujuan, FAA mensyaratkan MAX-7 untuk memasukkan beberapa peningkatan keselamatan yang memberikan informasi dan peringatan yang lebih jelas kepada pilot sekaligus mencegah saluran masuk mesin dari panas berlebih dan berpotensi melemahkan struktur di sekitarnya.

Badan tersebut mengatakan bahwa inspektur keselamatannya akan tetap berada di fasilitas produksi Boeing di AS untuk memantau proses manufaktur secara cermat, termasuk mengamati dan menilai sistem manajemen keselamatan dan budaya keselamatan Boeing.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait