
Fokus Berita – Tekanan internasional meningkat terhadap Israel agar setujui gencatan senjata di Gaza

Kepulan asap membubung usai bombardir Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 14 Februari 2024. Jumlah warga Palestina yang tewas di Jalur Gaza telah bertambah menjadi 28.576 jiwa dan 68.291 orang lainnya mengalami luka-luka sejak konflik Israel-Hamas meletus pada 7 Oktober 2023, seperti disampaikan kementerian kesehatan yang dikelola Hamas dalam sebuah pernyataan pers pada Rabu (14/2). (Xinhua/Khaled Omar)
Seruan gencatan senjata di Jalur Gaza muncul ketika Israel mengindikasikan akan meluncurkan operasi darat di Rafah, kota paling selatan Gaza, tempat di mana sekitar 1,4 juta warga Palestina yang mengungsi mencari perlindungan dari bombardir tanpa henti oleh Israel di wilayah-wilayah lain di daerah kantong pesisir itu.
Yerusalem (Xinhua) – Israel menghadapi seruan yang kian meningkat untuk menyetujui gencatan senjata di Jalur Gaza saat konflik mematikan dengan Hamas telah berlangsung selama lebih dari empat bulan dan merenggut nyawa puluhan ribu warga Palestina di Gaza hingga Rabu (14/2).Seruan tersebut muncul ketika Israel mengindikasikan akan meluncurkan operasi darat di Rafah, kota paling selatan Gaza, tempat di mana sekitar 1,4 juta warga Palestina yang mengungsi mencari perlindungan dari bombardir tanpa henti oleh Israel di wilayah-wilayah lain di daerah kantong pesisir itu.Pada Rabu, Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mengatakan bahwa Prancis menentang serangan Israel di Rafah.Macron mengatakan bahwa serangan seperti itu "hanya akan menyebabkan bencana kemanusiaan dengan skala yang lebih besar," menurut keterangan yang dirilis oleh Elysee. Hal tersebut akan "menjadi pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional dan akan menimbulkan risiko tambahan terhadap eskalasi regional," ujarnya.
Warga Palestina menunggu bantuan makanan di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 14 Februari 2024. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (14/2) memperingatkan tentang "bencana yang kompleks" yang dapat ditimbulkan oleh perluasan serangan darat Israel di Rafah, sebuah kota di Jalur Gaza selatan. (Xinhua/Yasser Qudih)
Seorang anak Palestina memeriksa puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 12 Februari 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Iran: AS lancarkan "perang tanpa akhir" untuk jarah sumber daya negara-negara lain
Indonesia
•
19 May 2025

Israel terima kiriman bom berat AS pascapencabutan larangan pengiriman
Indonesia
•
18 Feb 2025

Petani Prancis gelar unjuk rasa, blokir jalan raya di sekitar Paris
Indonesia
•
30 Jan 2024

Warga Palestina yang tewas di Gaza tembus 30.000 orang usai militer Israel tembaki pencari bantuan
Indonesia
•
01 Mar 2024


Berita Terbaru

Laporan NYT sebut Iran sebar ranjau di Selat Hormuz, Teheran bantah
Indonesia
•
13 Mar 2026

Kanada akan bangun angkatan bersenjata di Arktik
Indonesia
•
13 Mar 2026

Lebanon sebut korban tewas akibat serangan Israel capai 773 jiwa sejak 2 Maret, termasuk 103 anak-anak
Indonesia
•
14 Mar 2026

Korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon naik jadi 634 jiwa, pengungsi capai 816.000 orang
Indonesia
•
12 Mar 2026
