
Afsel gelar pertemuan G20 perdana, fokus pada solidaritas, kesetaraan, dan keberlanjutan

Foto yang diabadikan pada 27 Agustus 2024 ini menunjukkan pemandangan malam hari di Johannesburg, Afrika Selatan. (Xinhua/Shiraaz Mohamed)
Presidensi G20 Afrika Selatan akan menekankan pentingnya menganut nilai-nilai universal dan memperkuat institusi-institusi multilateral.
Johannesburg, Afrika Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Afrika Selatan (Afsel) pada Senin (9/12) memulai pertemuan perdana Kelompok 20 (Group of 20/G20) dalam periode presidensinya, yang dimulai pada 1 Desember, dan menetapkan fokus selama periode kepemimpinannya.Dalam pembukaan Pertemuan Sherpa G20 pertama di Johannesburg, Menteri Hubungan dan Kerja Sama Internasional Afsel Raymond Lamola menguraikan agenda negara itu untuk memajukan tujuan global bersama melalui prioritas-prioritas utama.Dalam pidatonya, Lamola menyoroti tema presidensi Afsel, yakni "Solidaritas, Kesetaraan, dan Keberlanjutan" (Solidarity, Equality, and Sustainability), dan menekankan tujuan-tujuan utama seperti meningkatkan ketahanan bencana, mengatasi tantangan utang yang dihadapi oleh negara-negara berpendapatan rendah, serta memobilisasi sumber daya untuk transisi energi yang seimbang."Kita akan mengatasi tantangan-tantangan itu melalui hasil kerja dan prioritas tingkat tinggi, yang didasarkan pada inti dari mandat awal G20 untuk mendorong pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif, serta membangun kemitraan di seluruh sektor masyarakat guna menemukan solusi kolektif," ujarnya.Lamola menyatakan peran penting Sherpa dalam mewujudkan komitmen para pemimpin G20 menjadi kerja sama yang dapat dilaksanakan. "Pertemuan Sherpa G20 pertama memang penting, karena pertemuan ini menetapkan landasan untuk periode presidensi yang akan berjalan dan pembicaraan krusial soal beberapa isu terpenting pada zaman kita," tuturnya. "Dalam semangat Ubuntu, kemanusiaan kita bersama, kita akan mengatasi tantangan-tantangan tersebut melalui hasil kerja dan prioritas tingkat tinggi."
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa berbicara dalam peluncuran resmi presidensi G20 Afrika Selatan di Cape Town, Afrika Selatan, pada 3 Desember 2024. (Xinhua/Xabiso Mkhabela)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Konvensi Nasional Partai Demokrat AS dimulai di Chicago di tengah aksi unjuk rasa pro-Palestina
Indonesia
•
21 Aug 2024

Sebagian warga Taiwan di Ukraina tetap tinggal meskipun ada peringatan
Indonesia
•
14 Feb 2022

China akan naikkan anggaran pertahanan 7,2 persen pada 2025, tandai pertumbuhan 1 digit selama 10 tahun
Indonesia
•
06 Mar 2025

Perdagangan manusia jadi tema utama khotbah Jumat di Saudi
Indonesia
•
02 Oct 2019


Berita Terbaru

Netanyahu klaim Israel punya “kendali mutlak” di Suriah, janji gulingkan pemerintah Iran
Indonesia
•
10 Sep 2026

Fokus Berita – KTT Antariksa Jadi Ajang Persaingan AS-Eropa, SpaceX dan Blue Origin pilih absen
Indonesia
•
11 Sep 2026

Feature – Saat AfD menang 44 persen, seniman dan mahasiswa di Jerman timur mulai cemas
Indonesia
•
07 Sep 2026

Pengguna media sosial bisa ‘matikan’ rekomendasi algoritma, platform yang melanggar kena denda 1,27 triliun rupiah
Indonesia
•
08 Sep 2026
