
Serikat Pekerja Antara peduli Gen Z dengan mengggelar pesantren kilat

Serikat Pekerja (SP) Antara menyelenggarakan Pesantren Kilat Ramadan 1445 Hijriah/ 2024 sebagai wujud kepedulian kepada generasi Z. Para peserta mendapat wawasan dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi khususnya media sosial. (Foto SP Antara)
Serikat Pekerja ANTARA menggelar pesantren kitat dengan pemaparan antara lain tentang pentingnya memahami foto jurnalistik agar nantinya tidak tertipu oleh gambar-gambar hoaks.
Jakarta (Indonesia Window) – Serikat Pekerja ANTARA menunjukkan kepedulian kepada Gen Z (generasi yang lahir di antara tahun 1995 dan 2010) dengan menggelar Pesantren Kilat Ramadan 1445 Hijriah/ 2024 di Jakarta, Sabtu."Kami mengajak generasi Z menangkal hoaks melalui Pesantren Kilat," kata Ketua Serikat Pekerja Antara Abdul Ghofur saat membuka Pesantren Kilat Ramadhan di Wisma Antara B, Jakarta, Sabtu (30/3).Menurut Ghofur, Serikat Pekerja ANTARA menggelar pesantren kilat dengan pemaparan antara lain tentang pentingnya memahami foto jurnalistik agar nantinya tidak tertipu oleh gambar-gambar hoaks.Ia mengatakan kegiatan ini juga dilaksanakan untuk memberikan wawasan pada generasi muda dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial.Adapun pesantren kilat dihadiri oleh Gen Z dari berbagai latar belakang, mulai dari sekolah tingkat menengah atas (SMA) hingga perguruan tinggi. Selain itu, juga diikuti oleh pengurus serta anggota serikat pekerja.Dikatakannya, perkembangan teknologi informatika seperti media sosial selain membawa dampak positif, juga dapat disalahgunakan untuk hal-hal negatif, salah satunya digunakan sebagai alat komunikasi mengajak anak-anak muda untuk tawuran."Dua bulan lalu, seorang siswa SMA perutnya tertembus celurit oleh siswa SMA lainnya. Setelah ditelusuri, ternyata pelaku ini melakukan penganiayaan karena ajakan di Instagram untuk berkumpul dan mengajak tawuran, meski dia tidak tahu siapa yang mengajak. Ini kan hal-hal yang miris, kalau dibiarkan seperti ini, bisa rusak generasi muda," ujarnya.Untuk itu, menurut dia, diperlukan pembekalan tentang pentingnya penanaman nilai-nilai yang baik kepada generasi muda, khususnya dalam bermedia sosial.Sementara itu, mahasiswa asal Universitas Pamulang peserta pesantren kilat Muhammad Iqbal mengapresiasi kegiatan pesantren kilat ini."Dalam kegiatan ini, saya mendapatkan banyak pengetahuan tentang foto jurnalistik," katanya.Penyelenggaraan pesantren kilat tersebut didukung oleh LKBN ANTARA, BPJS Kesehatan, Perum Bulog, Koperasi Karyawan ANTARA (Kokantara), Pusat Pengembangan Dakwah Islam (PPDI) JICT, Yayasan Kesejahteraan Karyawan Antara (YKKA), Frisian Flag Indonesia, PT Tirta Investama, dan masyarakat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Indonesia nyatakan keinginan bergabung dengan BRICS
Indonesia
•
26 Oct 2024

Kemenlu China: China harapkan hubungan berkelanjutan dan kuat dengan Indonesia pascapilpres
Indonesia
•
20 Feb 2024

Feature – Abah Salim ajak pengusaha Muslim berbisnis dengan syariat secara kaaffah
Indonesia
•
14 Apr 2026

Fokus Berita – PLTS Terapung Cirata kurangi emisi sebesar 214.000 ton per tahun
Indonesia
•
10 Nov 2023


Berita Terbaru

Indonesia-China jembatani kampus dan industri, talenta muda jadi fokus kerja sama
Indonesia
•
11 Sep 2026

Anwar Ibrahim buka suara soal perusahaan Malaysia yang diduga terlibat pembakaran lahan di Indonesia
Indonesia
•
09 Sep 2026

Fokus Berita - Perkuat tata kelola investasi, Pemerintah integrasikan perizinan TKA
Indonesia
•
10 Sep 2026

Indonesia dukung Inggris larang impor dari permukiman Israel di wilayah Palestina
Indonesia
•
10 Sep 2026
