Ekonomi berbagi China topang momentum pertumbuhan

Seorang staf mengemas makanan untuk dibawa pulang (takeout) di sebuah restoran di Xi'an, ibu kota Provinsi Shaanxi, China barat laut, pada 13 Januari 2022. (Xinhua/Li Yibo)
Sektor ekonomi berbagi China mencapai sekitar 3,83 triliun yuan atau 555,54 miliar dolar AS pada 2022, naik 3,9 persen secara tahunan.
Beijing, China (Xinhua) – Ekonomi berbagi (sharing economy) China mempertahankan pertumbuhan stabil tahun lalu meski menghadapi banyak tantangan, menurut laporan yang dirilis oleh Pusat Informasi Negara China.Nilai transaksi dalam ekonomi berbagi negara itu mencapai sekitar 3,83 triliun yuan atau 555,54 miliar dolar AS pada 2022, naik 3,9 persen secara tahunan (year on year/yoy), sebut laporan itu.Ekonomi berbagi, sebuah sektor yang mencakup perusahaan-perusahaan yang memfasilitasi layanan berbagi tumpangan, penyewaan sepeda, penyewaan rumah, dan bahkan pengumpulan paket baterai untuk telepon, telah menjamur dalam beberapa tahun terakhir di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.Namun, laporan tersebut menunjukkan bahwa segmen-segmen ekonomi berbagi menunjukkan kinerja yang beragam tahun lalu. Skala pasar layanan kehidupan dan layanan berbagi medis tumbuh lebih cepat dari setahun lalu, sementara pasar layanan berbagi ruang kantor, berbagi akomodasi, dan berbagi transportasi membukukan penurunan tahunan.Layanan dan konsumsi dengan konsep berbagi terus memainkan peran penting dalam menstabilkan pembangunan ekonomi China, menurut laporan tersebut.Pada 2022, layanan takeout (produk makanan yang dibawa pulang) daring menyumbangkan 25,4 persen terhadap total pendapatan industri restoran di China, naik 4 poin persentase dari setahun sebelumnya.Perjalanan via layanan pemesanan taksi (ride-hailing) daring mencakup sekitar 40,5 persen dari total perjalanan taksi, meningkat 6,4 poin persentase dari setahun sebelumnya. Sementara itu, layanan berbagi akomodasi menyumbangkan 4,4 persen dari total pendapatan akomodasi negara itu.Lebih dari 60 persen warganet China memesan makanan secara daring pada 2022, sementara proporsi warga yang menggunakan layanan pemesanan mobil (car-hailing) dan layanan berbagi akomodasi masing-masing mencapai 38,54 persen dan 6,63 persen.Tahun lalu, terlihat beberapa tren yang muncul dalam ekonomi berbagi, sebut laporan itu. Beberapa segmen seperti berbagi transportasi dan layanan kehidupan diperbarui dengan lebih cepat dan persaingan menjadi semakin intensif. Pasar menjadi lebih teratur, dengan penegakan hukum yang diperkuat serta penyempurnaan aturan dan norma yang relevan.Laporan tersebut memprediksi bahwa lingkungan kebijakan untuk sektor ekonomi berbagi China akan terus meningkat dan memperkuat pengawasan perusahaan-perusahaan platform secara berkelanjutan akan membantu menstabilkan ekspektasi serta optimisme pasar.*1 yuan = 2.203 rupiah**1 dolar AS = 15.187 rupiahLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Harga minyak turun beruntun di Asia, tertekan spekulasi pasokan
Indonesia
•
15 Dec 2021

Survei sebut kebangkrutan kedai ramen di Jepang akan lampaui angka 100 pada akhir 2024
Indonesia
•
05 Aug 2024

OPEC+ tahan lagi produksi minyak dunia hingga Maret 2026, pasar global masih ditinjau
Indonesia
•
02 Feb 2026

Vaksinasi COVID-19 diharapkan tumbuhkan industri manufaktur 4 persen pada 2021
Indonesia
•
14 Jan 2021
Berita Terbaru

Feature – Terbukti andal, mobil listrik China kian diminati generasi muda Indonesia
Indonesia
•
09 Feb 2026

Pariwisata jadi kontributor signifikan timbulan sampah di Bali
Indonesia
•
08 Feb 2026

Tinjauan Ekonomi – Nominasi ketua The Fed dari Trump tuai pro dan kontra
Indonesia
•
07 Feb 2026

Penggunaan mata uang lokal dalam transaksi antarnegara perkuat ketahanan ekonomi makro Indonesia
Indonesia
•
07 Feb 2026
