
Sekjen PBB sambut baik perpanjangan kesepakatan ekspor biji-bijian Laut Hitam

Tim perwakilan dari Pusat Koordinasi Gabungan (Joint Coordination Centre/JCC) memeriksa kapal kargo pertama yang mengangkut biji-bijian dari Ukraina di pintu masuk barat laut Selat Bosphorus di Istanbul, Turki, pada 3 Agustus 2022. (Xinhua/Kementerian Pertahanan Turki)
Perpanjangan Inisiatif Biji-Bijian Laut Hitam yang berlaku selama 120 hari, memiliki signifikansi dalam menghindari krisis pangan global.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Kamis (17/11) menyambut baik perpanjangan Inisiatif Biji-Bijian Laut Hitam, menekankan signifikansi kesepakatan itu dalam menghindari "krisis pangan global".Rusia dan Ukraina pada Kamis bersepakat untuk memperpanjang kesepakatan ekspor biji-bijian dan pupuk dari pelabuhan-pelabuhan di Laut Hitam selama 120 hari.Pada 22 Juli, Rusia dan Ukraina secara terpisah menandatangani sebuah dokumen di Istanbul dengan Turki dan PBB terkait ekspor biji-bijian dan pupuk dari Ukraina dan Rusia untuk memastikan pasokan ke pasar global di tengah konflik bersenjata Rusia-Ukraina.Durasi awal dari kesepakatan ini adalah 120 hari dan berakhir pada 19 November.Dalam pernyataannya, Guterres menyambut baik kesepakatan semua pihak untuk melanjutkan kesepakatan tersebut guna memfasilitasi navigasi ekspor biji-bijian, bahan makanan, dan pupuk dari Ukraina secara aman.Dia menyampaikan bahwa PBB berkomitmen penuh untuk menyingkirkan hambatan-hambatan yang tersisa untuk mengekspor makanan dan pupuk dari Rusia."Kedua perjanjian yang ditandatangani di Istanbul tiga bulan lalu itu penting untuk menurunkan harga pangan dan pupuk serta menghindari krisis pangan global," kata Guterres."Inisiatif Biji-Bijian Laut Hitam terus menunjukkan pentingnya diplomasi yang bijaksana dalam konteks menemukan solusi multilateral," kata Sekjen PBB itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintah maksimalkan hilirisasi nikel, tingkatkan nilai tambah
Indonesia
•
14 Oct 2020

Platform tenaga angin terapung pertama China di laut dalam rampung dirakit
Indonesia
•
04 Jan 2023

Pakar bisnis sebut unilateralisme AS timbulkan tantangan serius bagi perdagangan global
Indonesia
•
26 Mar 2025

OPEC+ pangkas tipis ‘output’ minyak pada Oktober di tengah penurunan harga
Indonesia
•
06 Sep 2022


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
