
Sekjen PBB pesimistis tentang pembicaraan damai konflik Ukraina

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara dalam konferensi pers akhir tahun di markas besar PBB di New York pada 19 Desember 2022. (Xinhua/Xie E)
Pembicaraan damai konflik Ukraina yang efektif sangat mungkin tidak akan dilakukan "dalam waktu dekat", dan itulah mengapa PBB memusatkan upayanya pada aspek-aspek lain, seperti peningkatan efisiensi dan perluasan Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam yang memungkinkan ekspor biji-bijian dan produk pertanian Ukraina lainnya dari pelabuhan-pelabuhan Laut Hitam.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (19/12) mengatakan bahwa dirinya tidak optimistis tentang pembicaraan perdamaian yang efektif terkait konflik di Ukraina dapat dilakukan "dalam waktu dekat.""Saya tidak optimistis tentang peluang dilakukannya pembicaraan damai konflik Ukraina yang efektif dalam waktu dekat. Saya yakin bahwa konfrontasi militer akan berlanjut, dan saya rasa kita masih harus menunggu momen ketika negosiasi serius untuk perdamaian memungkinkan untuk dilakukan. Saya tidak melihat hal itu terjadi dalam waktu dekat," katanya.Dan itulah mengapa PBB memusatkan upayanya pada aspek-aspek lain, seperti peningkatan efisiensi dan perluasan Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam (Black Sea Grain Initiative), yang memungkinkan ekspor biji-bijian dan produk pertanian Ukraina lainnya dari pelabuhan-pelabuhan Laut Hitam, kata Guterres dalam konferensi pers akhir tahun di Markas Besar PBB di New York."Kami sangat ingin mempercepat pertukaran tawanan perang dan terutama saat kita mendekati Natal, dan kedua belah pihak (dalam konflik) merayakan Natal pada Januari. Saya pikir ini akan menjadi sesuatu yang sangat penting," ujarnya. "Jadi, kami akan terus berusaha membantu, menawarkan platform-platform dialog untuk aspek-aspek ini demi meminimalkan penderitaan. Namun, kami tidak bermimpi bahwa negosiasi perdamaian sejati dapat terjadi dalam waktu dekat."Guterres memperingatkan tentang eskalasi lebih lanjut dari konflik di Ukraina itu.
Sejumlah orang memeriksa dampak dari pengeboman yang terjadi baru-baru ini di pasar kota di Donetsk pada 12 Desember 2022. (Xinhua/Victor)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Potret Timur Tengah – Mengunjungi reruntuhan Persepolis di Iran
Indonesia
•
27 Jan 2023

Otoritas Australia lakukan pencarian terhadap peselancar yang diduga diserang hiu mematikan
Indonesia
•
04 Jan 2025

Feature – Impian 30 tahun terwujud, seniman keramik Indonesia akhirnya jejakkan kaki di ‘ibu kota porselen dunia’
Indonesia
•
16 Jul 2026

2.000 tahun hubungan China-Mesir: Dari Jalur Sutra hingga penggalian arkeologi bersama
Indonesia
•
03 Sep 2026


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
