
Sekjen PBB minta G20 arahkan pemulihan ekonomi global

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (depan) menyampaikan pidato saat pertemuan Dewan Keamanan terkait kerja sama antara PBB dan organisasi regional dan subregional dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional di markas besar PBB di New York pada 11 Oktober 2022. (Xinhua/PBB/Eskinder Debebe)
Pemulihan ekonomi global untuk semua pihak diharapkan menjadi arah dari Kelompok 20 (G20) dengan memperkuat stimulus SDG guna memastikan bahwa negara-negara di seluruh tingkat pembangunan dapat merespons tantangan langsung dan tantangan jangka panjang.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Kamis (13/10) meminta Kelompok 20 (G20) untuk mengubah arah dan mengarahkan pemulihan ekonomi global.Pernyataan tersebut disampaikan Guterres dalam sebuah surat kepada para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20."Saat ini, G20 berada di persimpangan jalan: G20 dapat maju dengan status quo, atau dapat mengambil jalan baru untuk mengarahkan pemulihan ekonomi global untuk semua pihak. Saya percaya jalan baru adalah pilihan yang tepat," tulis Sekjen PBB itu.Oleh karena itu, sistem dan mitra PBB mengusulkan Stimulus Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) untuk mengatasi kondisi pasar yang memburuk dan mempercepat kemajuan guna mencapai SDG. Stimulus SDG menyerukan peningkatan secara masif dalam komitmen sektor publik terhadap pembangunan, mitigasi dan adaptasi kemanusiaan dan iklim sebesar 2 persen saja dari produk domestik bruto (PDB) global, tulisnya dalam surat tersebut."Saya meminta para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 untuk memperkuat stimulus SDG guna memastikan bahwa negara-negara di semua tingkat pembangunan dapat merespons tantangan langsung dan tantangan jangka panjang," tulis Guterres.Guterres mencatat bahwa Stimulus SDG terdiri dari lima rekomendasi, yakni segera meningkatkan keringanan utang bagi negara-negara rentan, meningkatkan pinjaman dari bank pembangunan multilateral dan bank pembangunan publik guna mendukung SDG, melibatkan pemegang obligasi swasta dan debitur pemerintah dalam upaya pengurangan utang, secara struktural meningkatkan dukungan likuiditas bagi negara-negara rentan melalui peningkatan penggunaan Hak Penarikan Khusus, menyelaraskan aliran keuangan dengan SDG dan Perjanjian Paris."Saat ini, kepemimpinan G20 sangat diperlukan dari sebelumnya untuk mengarahkan dunia keluar dari krisis terdalamnya. Saya berharap dapat bekerja sama dengan G20 untuk mengembangkan strategi bersama guna memajukan rekomendasi Stimulus SDG," tulis Guterres.Surat yang tertanggal 12 Oktober tersebut dirilis pada Kamis (13/10).Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ajak masyarakat Indonesia nikmati pengalaman unik, Taiwan promosi taman hiburan beragam tema
Indonesia
•
15 Apr 2025

Ekonom: Eskalasi Rusia-Ukraina dapat untungkan Indonesia
Indonesia
•
16 Feb 2022

Pekerjaan makin fleksibel naikkan pengeluaran perjalanan warga UEA pada 2023
Indonesia
•
11 Jan 2023

Kawasan Baru Pudong di Shanghai mulai proyek-proyek industri utama
Indonesia
•
04 Feb 2023


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
