
Penelitian ungkap sekitar 400 juta orang di dunia alami COVID-19 jangka panjang

Seorang wisatawan berjalan memasuki Bandar Udara Nasional Ronald Reagan Washington di Arlington, Virginia, Amerika Serikat, pada 14 April 2022. (Xinhua/Ting Shen)
Sekitar enam persen orang dewasa di seluruh dunia telah menderita COVID-19 jangka panjang; banyak yang belum pulih sepenuhnya; dan pengobatan tetap menjadi salah satu tantangan terbesar.
New York City, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Sekitar 400 juta orang di seluruh dunia menderita COVID-19 jangka panjang, ungkap sebuah penelitian terbaru.Perkiraan biaya ekonomi, dari berbagai faktor seperti layanan perawatan kesehatan dan pasien yang tidak dapat kembali bekerja, adalah sekitar satu triliun dolar AS secara global setiap tahunnya, atau sekitar satu persen dari ekonomi global, sebut penelitian yang diterbitkan pada Jumat (9/8) di jurnal Nature Medicine.Penelitian ini merupakan upaya untuk merangkum pengetahuan tentang dan dampak dari COVID-19 jangka panjang di seluruh dunia empat tahun setelah penyakit tersebut pertama kali muncul.Penelitian ini juga bertujuan untuk "memetakan kebijakan dan prioritas penelitian," kata Ziyad Al-Aly, salah satu peneliti yang juga kepala penelitian dan pengembangan di V.A. St. Louis Health Care System sekaligus epidemiolog klinis di Universitas Washington di St. Louis.Al-Aly menulis naskah penelitian (paper) tersebut bersama sejumlah peneliti COVID-19 jangka panjang terkemuka lainnya dan tiga pemimpin Patient-Led Research Collaborative, sebuah organisasi yang dibentuk oleh para pasien COVID-19 jangka panjang yang juga merupakan peneliti profesional.Kesimpulan lainnya dari penelitian ini mencakup bahwa sekitar enam persen orang dewasa di seluruh dunia telah menderita COVID-19 jangka panjang; banyak yang belum pulih sepenuhnya; dan pengobatan tetap menjadi salah satu tantangan terbesar.*1 dolar AS = Rp15.952 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China luncurkan alat pintar untuk pahami bahasa kuno
Indonesia
•
19 Dec 2023

Shanghai berencana tingkatkan jangkauan 5G
Indonesia
•
21 Nov 2022

Studi: Perubahan iklim akan jadikan Dataran Tinggi Qinghai-Xizang utara lebih hangat dan basah
Indonesia
•
08 Apr 2024

Australia luncurkan basis data tulang hewan 3D pertama di dunia
Indonesia
•
16 Jun 2025


Berita Terbaru

Sinar matahari bisa ubah limbah plastik jadi bahan bakar bersih
Indonesia
•
30 Apr 2026

Peneliti buat peta pertama untuk reseptor penciuman di hidung
Indonesia
•
30 Apr 2026

Ada mikroplastik di dalam otak manusia, peneliti ungkap pola distribusinya
Indonesia
•
30 Apr 2026

Pupuk organik dongkrak hasil panen di tengah tekanan pasokan akibat konflik Timur Tengah
Indonesia
•
30 Apr 2026
